- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
- Jamsostek Award 2026: Bukti Nyata Kinerja Disnakertrans Cianjur dalam Melindungi Nasib Buruh
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Integritas dan Komitmen Pelayanan Publik
- Pelantikan dan Pelatihan PMR Cianjur di Cibodas Jadi Momentum Kepemudaan
- Disdikpora Cianjur Tegaskan Profesionalisme ASN Lewat Penegakan Aturan
- Pemprov Jabar Selenggarakan Bursa Kerja Secara Live, Bisa Dipantau di Tiktok KDM
- Diskominfo Cianjur Perkuat Layanan Pengaduan agar Cepat dan Responsif
- Infak Kemanusiaan TK Thamrin Putradjaya dan BAZNAS Cianjur untuk Saudara di NTT
- DPMPTSP Cianjur Gerakkan Investasi di Tengah Tantangan Lahan
- Inilah Sikap Politik Ketua PSI Cianjur Terhadap Persoalan UHC di Kabupaten Cianjur
Bulog Subdivre Cianjur Pastikan Ketersediaan Beras Sebanyak 20.000 Ton Jelang Hari Raya Idul Fitri 2

Keterangan Gambar : Kantor Perum Bulog Subdivre Cianjur.
Pinusnews.id - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Perum Bulog menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Dengan stok beras mencapai 20.000 ton, Bulog tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa, tapi juga mengantisipasi lonjakan permintaan saat Hari Raya. Kinerja apik ini menjadi bukti efektivitas strategi Bulog dalam pengelolaan cadangan pangan, di tengah tantangan musim kemarau yang justru dimanfaatkan secara optimal.
Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Yanto Nurdianto, menegaskan kekuatan stok saat ini. “Jika ditotal, stok yang tersedia saat ini sekitar 20.000 ton. Jumlah ini masih berpotensi bertambah karena proses penyerapan gabah petani masih terus berlangsung,” ujarnya kepada awak media.
Stok ini terdiri dari 17.000 ton beras siap distribusi di gudang Bulog Cabang Cianjur, ditambah 3.000 ton dari pengolahan gabah petani. Bulog mengoperasikan gudang utama di Bojong dan Bojongherang, plus gudang tambahan, untuk mendukung distribusi ke dua kabupaten tersebut. Penyerapan gabah harian mencapai 300-400 ton, menunjukkan intensitas kerja Bulog yang tak kenal lelah guna memperkuat cadangan nasional.
Baca Lainnya :
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
Lebih dari sekadar penyimpanan, Bulog unggul dalam menjaga kualitas dan stabilitas harga. Musim kemarau yang sedang berlangsung justru menguntungkan, seperti dijelaskan Yanto.
“Pada musim kemarau kadar air gabah cenderung lebih rendah sehingga kualitas beras yang dihasilkan lebih baik dibandingkan saat musim hujan," tuturnya.
Untuk mencegah lonjakan harga saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bulog menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui toko pasar, Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, dan pasar murah bersama dinas terkait—didukung TNI dan Polri.
“Upaya ini dilakukan agar harga beras tetap stabil di tingkat masyarakat dan tidak terjadi lonjakan menjelang Idulfitri,” tambahnya.
Kinerja Bulog semakin menonjol dengan sinergi bersama pemerintah dalam penyaluran bantuan pangan. Setiap keluarga penerima manfaat mendapat 10 kg beras per tahap, total 20 kg dalam dua tahap.
“Program ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat, terutama menjelang dan setelah Idulfitri,” pungkas Yanto.
Langkah ini meringankan beban rakyat, sekaligus memperkuat peran Bulog sebagai garda terdepan stabilitas pangan.Secara keseluruhan, prestasi Bulog menjelang Lebaran 2026 di Cianjur-Sukabumi menjadi contoh nyata ketahanan pangan Indonesia. Dengan stok melimpah, kualitas terjaga, dan distribusi merata, Bulog tak hanya memenuhi kewajiban, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat. (dens).











