- Disdikpora Cianjur Wujudkan Pendidikan Unggul Lewat Pelantikan 241 Kepala Sekolah Profesional
- Blankspot Seluler di Cianjur Selatan: Medan Sulit Hambat Akses Informasi Warga
- Bupati Cianjur Teladani Budaya Bersih: Kesadaran Bersama untuk Lingkungan Sehat dan Produktif
- Bupati Wahyu Lantik Ratusan Kepala Sekolah dan Pejabat Struktural di Lingkungan Pemkab Cianjur
- Kontroversi Gaji PPPK Paruh Waktu Cianjur: Antara Rumor WhatsApp dan Janji Tambahan
- Solidaritas Zakat BAZNAS Cianjur: Bangkit dari Longsor Campakawarna
- Sinergi Diskominfo Cianjur dan Kompas TV: Langkah Maju Publikasi Potensi Daerah
- Ancaman Banjir Sungai Cidamar: Tanggul Rapuh, Ribuan Jiwa Terancam
- Transformasi Sampah, Kinerja DLH Cianjur Menuju Energi Hijau Berkelanjutan
- Ketahanan Pangan Cianjur Jelang Ramadan 2026: Surplus Strategis dan Strategi Cerdas Dinas Pangan
Blankspot Seluler di Cianjur Selatan: Medan Sulit Hambat Akses Informasi Warga

Keterangan Gambar : Tampak wujud tugu perbatasan Kecamatan Cibinong-Sindangbarang, di Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Akses jaringan seluler masih menjadi tantangan serius di wilayah Cianjur Selatan, khususnya di daerah-daerah pegunungan dan lembah yang sulit dijangkau sinyal. Masalah ini tidak hanya mengganggu komunikasi sehari-hari, tapi juga menghambat kemajuan pendidikan, ekonomi, dan layanan digital bagi ribuan warga. Di tengah era digitalisasi nasional, ketertinggalan infrastruktur seperti ini berpotensi memperlebar kesenjangan informasi antarwilayah.
Salah satu desa yang paling terdampak adalah Batulawang, Kecamatan Cibinong. Puluhan titik kampung di sana masih masuk kategori blankspot, di mana sinyal seluler nyaris tak terjangkau. Sekretaris Desa Batulawang, Ujang Diman, mengungkapkan luasnya masalah ini.
“Sebenarnya masih banyak area blankspot di Desa Batulawang, sebagian besar penduduk memang kesulitan mencari akses jaringan internet,” ujar Ujang pada Senin (9/2/2026).
Baca Lainnya :
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
Ia merinci bahwa blankspot tersebar di Kampung Cinangkerok, Cisalada, Cijoho, Cisarua, Cipeuteuy, Cinyusu, Warnasari, Cikadumekar, Cibalu, hingga Cijati. Bahkan untuk jaringan seluler yang tersedia, seperti operator M3 dan sebagian Telkomsel, sinyalnya sering hilang dan tidak stabil.
“Kalau untuk jaringan seluler benar-benar masih blankspot,” tegasnya.
Sementara itu, warga sementara terbantu WiFi desa, tapi ketergantungan pada itu saja tak cukup untuk kebutuhan mobile seperti belajar online atau transaksi digital.
Permasalahan serupa merebak ke wilayah lain di Cianjur Selatan. Di Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, Sekretaris Desa Rahmat Taufik menyebut Kampung Kiaramenyan dan beberapa kampung tetangga juga blankspot.
“Selain faktor medan atau akses yang kurang menunjang, kondisi wilayah juga cukup memprihatinkan,” ungkap Rahmat.
Kondisi topografi menjadi penyebab utama, seperti dijelaskan Camat Cidaun, Gagan Rusganda. "Cianjur selatan berada di wilayah yang mayoritas lembah dan berbukit. Mungkin menjadi salah satu faktor penyebab di beberapa titik perkampungan yang masih adanya kesulitan jaringan seluler, atau blankspot," jelasnya. Medan berbukit ini memang menyulitkan pemasangan BTS (BTS), sehingga sinyal sulit menembus area rendah.
Dampak blankspot ini nyata dan merugikan. Warga kesulitan berkomunikasi, siswa terhambat e-learning, dan pelaku usaha kecil tak bisa optimalisasi layanan digital seperti marketplace atau perbankan online. Di era pasca-pandemi, di mana akses internet jadi kebutuhan primer, ketertinggalan ini bisa memperburuk ketimpangan sosial-ekonomi. Pemerintah daerah dan operator seluler punya peran krusial untuk segera bertindak, misalnya melalui pemasangan BTS bersama atau subsidi infrastruktur di daerah terpencil.
Harapannya, pihak terkait seperti Kementerian Kominfo, operator telekomunikasi, dan Pemerintah Daerah Cianjur secepatnya menyelesaikan persoalan ini. Pemerataan jaringan bukan hanya soal teknologi, tapi juga keadilan akses informasi agar warga Cianjur Selatan tak tertinggal. Realisasi cepat akan mencegah kerugian lebih luas bagi masyarakat. (tim dens).










