- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
- Jamsostek Award 2026: Bukti Nyata Kinerja Disnakertrans Cianjur dalam Melindungi Nasib Buruh
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Integritas dan Komitmen Pelayanan Publik
- Pelantikan dan Pelatihan PMR Cianjur di Cibodas Jadi Momentum Kepemudaan
- Disdikpora Cianjur Tegaskan Profesionalisme ASN Lewat Penegakan Aturan
- Pemprov Jabar Selenggarakan Bursa Kerja Secara Live, Bisa Dipantau di Tiktok KDM
- Diskominfo Cianjur Perkuat Layanan Pengaduan agar Cepat dan Responsif
Ketahanan Pangan Cianjur Jelang Ramadan 2026: Surplus Strategis dan Strategi Cerdas Dinas Pangan

Keterangan Gambar : Plt. Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi, saat bersama jajaran melakukan operasi mendadak (sidak) ke pasar.
Pinusnews.id - Menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026, Kabupaten Cianjur dapat bernapas lega berkat kinerja gemilang Dinas Pangan setempat. Berdasarkan proyeksi ketersediaan pangan Desember 2025, mayoritas komoditas strategis justru mengalami surplus yang melimpah, menjadikan daerah ini siap menghadapi lonjakan permintaan.
Plt Kepala Dinas Pangan, Firman Edi, menegaskan bahwa data ini menjadi acuan kuat untuk Januari 2026, dengan ketahanan pangan secara keseluruhan dinilai relatif aman dan ditopang surplus beras yang masif.
Dinas Pangan Kabupaten Cianjur membuktikan komitmennya melalui data proyeksi yang teliti. Beras, tulang punggung pangan pokok, mencapai ketersediaan 85.447 ton terhadap kebutuhan hanya 31.185 ton—surplus 54.262 ton yang cukup untuk ketahanan 56 hari. Jagung pipil kering pun surplus 4.472 ton dengan ketahanan hingga 80 hari.
Baca Lainnya :
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
Di sektor hortikultura, cabai besar surplus 322 ton (ketahanan 55 hari) dan cabai rawit 848 ton (47 hari). Komoditas protein hewani tak kalah menggembirakan: daging sapi surplus 49 ton, daging ayam 515 ton, serta telur 1.190 ton. Bahkan gula konsumsi dan minyak goreng surplus dengan ketahanan 12 hari serta 21 hari. Prestasi ini menunjukkan bagaimana Dinas Pangan berhasil mengoptimalkan produksi lokal untuk menjaga stabilitas.
Meski demikian, Dinas Pangan tak lengah terhadap tantangan. Mereka secara jujur mencatat defisit pada kedelai (51 ton), bawang merah (234 ton), dan bawang putih (196 ton), yang memerlukan pasokan eksternal atau impor.
Firman Edi juga menekankan perhatian khusus pada ketiga komoditas ini, sambil memastikan strategi pengendalian difokuskan pada item dengan ketahanan pendek agar tak ada gejolak harga saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kinerja Dinas Pangan semakin kinclong berkat aksi lapangan yang intensif. Bersama satuan tugas pangan—meliputi Polres Cianjur, Bulog, Diskumdagin, dan mitra terkait—mereka melakukan pengecekan langsung di Pasar Induk Cianjur dan Pasar Muka. Hasilnya? Mutu sembako, daging, dan ikan laut terjaga prima, tanpa jejak formalin.
"Alhamdulillah," sebagai ungkapan syukur atas temuan nol pelanggaran. Namun demikian kami terus berusaha menjaga dan meningkatkan kemajuannya," jelas Firman Edi.
Proyeksi Januari 2026 terus dihimpun Dinas Pangan dari sumber komprehensif: organisasi perangkat daerah, BUMN seperti Bulog dan PT Berdikari, BPS, perusahaan peternakan, kelompok tani, pasar rakyat, ritel modern, hingga KOPTI. Pendekatan holistik ini memposisikan Dinas Pangan sebagai garda terdepan, memastikan pasokan aman, harga stabil, dan kesejahteraan masyarakat terjaga menjelang Ramadan.
Ketersediaan pangan di Cianjur ini menjadi contoh inspiratif bagaimana dinas pangan lokal bisa unggul dengan data akurat, koordinasi lintas sektor, dan pengawasan ketat—siap menyambut Idulfitri 2026 tanpa kekhawatiran. (dens).











