- Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif
- Kementerian HAM Ajak Pelajar Jabar Jadi Pelopor Nilai Kemanusiaan
- Presiden Prabowo: Swasembada Pangan Perkuat Ketahanan Bangsa
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
Bencana Hidrometeorologi Merusak Puluhan Sekolah di Kabupaten Cianjur

Keterangan Gambar : Akibat bencana alam tampak salah satu sekolah terendam banjir.
Pinusnews.id - Puluhan bangunan SD dan SMP di Kabupaten Cianjur terdampak bencana hidrometeorologi yang dipicu cuaca ekstrem. Dari 39 sekolah yang terdata rusak, 7 di antaranya bangunan SMP dan 32 bangunan SD.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin, mengatakan 7 sekolah yang terdampak di antaranya SMPN 1 Agrabinta, SMP Tunas Bangsa Takokak, SMPN 2 Kadupandak, SMPN 2 Takokak, SMPN 2 Haurwangi, dan SMPN 1 Warungkondang.
Kerusakan rata-rata terdapat pada ruangan kelas serta pagar sekolah. Di SMPN 1 Warungkondang misalnya, bencana mengakibatkan pagar sekolah rusak.
Baca Lainnya :
- Masa Pandemi Corona, Ini Kepedulian Sosial Anggota Komisi XI DPR RI Ecky
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Perketat Prokes, Polres Cianjur Tak Kendor Razia Masker
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Polsek Agrabinta Dorong Warga Prokes 3M
“Pagarnya roboh karena pohon tumbang,” terang dia.
Meski terdampak bencana, kata Helmi, tetapi pembelajaran tetap dilakukan di ruang kelas. Hanya satu SMP yang menerapkan pembelajaran secara online atau daring.
“Saat ini kan sedang ulangan semester. Khusus SMP 1 Tugas Bangsa Takokak itu dilaksanakan di rumah masing-masing secara online karena ada lima ruangan yang terkena dampak pergerakan tanah,” paparnya.
Sementara itu, Kabid SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Aripin, mengatakan bangunan SD rusak akibat bencana mayoritas berada di selatan Cianjur.
“Terbanyak di Kecamatan Tanggeung, Kadupandak, Pagelaran, Cijati, dan Agrabinta,” kata Aripin.
Mengenai proses belajar mengajar, Aripin sudah memerintahkan para kepala sekolah terlebih dahulu melakukan asesmen. Kemudian mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan sekolah dan peserta didik.
“Pertama harus diyakinkan dulu keamanan peserta didik. Apabila kondisinya membahayakan disikapi dengan pembelajaran darurat ataupun bila tidak bisa tatap muka melalui metode daring,” pungkasnya.
Bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem terjadi di 15 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Wilayahnya terdiri dari Kecamatan Agrabinta, Campaka, Campakamulya, Cibeber, Cibinong, Cijati, Kadupandak, Leles, Naringgul, Pagelaran, Pasirkuda, Sindangbarang, Sukanagara, Takokak, dan Tanggeung.
Bencananya meliputi tanah longsor, pergerakan tanah, banjir, dan angin kencang. (tim).











