- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
Bencana Hidrometeorologi Merusak Puluhan Sekolah di Kabupaten Cianjur

Keterangan Gambar : Akibat bencana alam tampak salah satu sekolah terendam banjir.
Pinusnews.id - Puluhan bangunan SD dan SMP di Kabupaten Cianjur terdampak bencana hidrometeorologi yang dipicu cuaca ekstrem. Dari 39 sekolah yang terdata rusak, 7 di antaranya bangunan SMP dan 32 bangunan SD.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin, mengatakan 7 sekolah yang terdampak di antaranya SMPN 1 Agrabinta, SMP Tunas Bangsa Takokak, SMPN 2 Kadupandak, SMPN 2 Takokak, SMPN 2 Haurwangi, dan SMPN 1 Warungkondang.
Kerusakan rata-rata terdapat pada ruangan kelas serta pagar sekolah. Di SMPN 1 Warungkondang misalnya, bencana mengakibatkan pagar sekolah rusak.
Baca Lainnya :
- Masa Pandemi Corona, Ini Kepedulian Sosial Anggota Komisi XI DPR RI Ecky
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Perketat Prokes, Polres Cianjur Tak Kendor Razia Masker
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Polsek Agrabinta Dorong Warga Prokes 3M
“Pagarnya roboh karena pohon tumbang,” terang dia.
Meski terdampak bencana, kata Helmi, tetapi pembelajaran tetap dilakukan di ruang kelas. Hanya satu SMP yang menerapkan pembelajaran secara online atau daring.
“Saat ini kan sedang ulangan semester. Khusus SMP 1 Tugas Bangsa Takokak itu dilaksanakan di rumah masing-masing secara online karena ada lima ruangan yang terkena dampak pergerakan tanah,” paparnya.
Sementara itu, Kabid SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Aripin, mengatakan bangunan SD rusak akibat bencana mayoritas berada di selatan Cianjur.
“Terbanyak di Kecamatan Tanggeung, Kadupandak, Pagelaran, Cijati, dan Agrabinta,” kata Aripin.
Mengenai proses belajar mengajar, Aripin sudah memerintahkan para kepala sekolah terlebih dahulu melakukan asesmen. Kemudian mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan sekolah dan peserta didik.
“Pertama harus diyakinkan dulu keamanan peserta didik. Apabila kondisinya membahayakan disikapi dengan pembelajaran darurat ataupun bila tidak bisa tatap muka melalui metode daring,” pungkasnya.
Bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem terjadi di 15 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Wilayahnya terdiri dari Kecamatan Agrabinta, Campaka, Campakamulya, Cibeber, Cibinong, Cijati, Kadupandak, Leles, Naringgul, Pagelaran, Pasirkuda, Sindangbarang, Sukanagara, Takokak, dan Tanggeung.
Bencananya meliputi tanah longsor, pergerakan tanah, banjir, dan angin kencang. (tim).











