- Tiga Anak Diduga Dijajakan lewat MiChat, Polisi Cianjur Bekuk Dua Pelaku
- SMPN 4 Sukaresmi Bangkit: Gedung Baru, Harapan Baru, Masa Depan Lebih Cerah
- Dari Nol ke Enam: PSI Cianjur Pasang Target Merebut Kursi DPRD 2029
- Menyelamatkan Jejak Sejarah: Disbudpar Cianjur Tetapkan Delapan Cagar Budaya Baru di 2026
- Dari Kandang Domba ke Rumah Layak: BAZNAS Cianjur Hadir untuk Warga
- Disdukcapil Cianjur Jemput Bola, 897 ASN Aktivasi IKD
- Karang Taruna Cianjur Hadirkan Bakti Sosial dan Pemberdayaan Warga
- Dorong Penambahan 600 Kios, Diskumdagin Cianjur Perjuangkan Pedagang Pasar Ciranjang
- BAZNAS Cianjur Hadir untuk Fikri, Anak Yatim yang Tak Patah Harapan demi Masa Depan
- Satu Telur, Sejuta Kehangatan: Teladan Kepedulian H. Aris Mulkan dan NCI untuk Cianjur
Bedah Buku Tiga Pilar Budaya Cianjur: Ngaos, Mamaos, Maenpo, Perkuat Identitas Budaya Daerah

Keterangan Gambar : Para Tenaga Ahli Bupati Cianjur dan pihak terkait usai kegiatan bedah buku Tiga Pilar Budaya Cianjur: Ngaos, Mamaos, Maenpo, di Bale Prayoga Pendopo Cianjur, Jumat, 6 Maret 2026.
Pinusnews.id - Pada Jumat, 6 Maret 2026, suasana Ruang Bale Prayoga Pendopo Cianjur menjadi saksi terselenggaranya kegiatan bedah buku “Tiga Pilar Budaya Cianjur: Ngaos, Mamaos, dan Maenpo.” Kegiatan ini digagas oleh para Tenaga Ahli Bupati Cianjur, yakni Dr. Abdul Patah, S.Pd., S.A.P., M.M. selaku Tenaga Ahli Bidang Pendidikan, Hadi Sutrisno, S.E., M.M., CHA. selaku Tenaga Ahli Bidang Pariwisata, serta Indra Fitriansyah, S.Sos., M.H. selaku Tenaga Ahli Bidang Seni dan Budaya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting di Kabupaten Cianjur, di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, pengurus PGRI Kabupaten Cianjur, serta para tokoh dan pelaku budaya Ngaos, Mamaos, dan Maenpo yang selama ini menjadi penjaga sekaligus pengembang nilai-nilai budaya Cianjur.
Dalam kesempatan tersebut, tim penulis buku yang diketuai oleh Heri Firmansyah bersama para tokoh budaya turut memaparkan substansi serta filosofi mendalam dari tiga pilar budaya Cianjur. Hadir di antaranya Dr. Moh. Yus Wiradireja, S.Kar., M.Hum. sebagai tokoh Mamaos, H. Jamil Munawir Abdullah sebagai tokoh Ngaos, serta Kang Yayat yang mewakili almarhum R.H. Aziz Asyarie, tokoh Maenpo yang memiliki kontribusi besar dalam pelestarian seni bela diri khas Cianjur tersebut.
Baca Lainnya :
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
Sementara itu, Torik Imanurdin selaku editor buku menyampaikan berbagai fakta, manfaat, serta nilai strategis dari kehadiran buku “Tiga Pilar Budaya Cianjur.” Buku ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi budaya, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran yang memperkuat identitas budaya daerah, khususnya bagi generasi muda Cianjur.
Kegiatan ini juga mendapat penguatan dari Bapak Muhammad Toha, M.Pd.I, selaku Ketua BMPS Kabupaten Cianjur, yang sekaligus dikenal sebagai promotor dan inisiator penyusunan buku ajar untuk muatan lokal (mulok) berbasis nilai-nilai budaya Cianjur. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan nilai Ngaos, Mamaos, dan Maenpo sebagai bagian integral dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan bedah buku ini, diharapkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tiga pilar budaya Cianjur dapat semakin dipahami, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai fondasi identitas dan kebanggaan masyarakat Cianjur. (Torik Imanurdin).











