BAZNAS Cianjur Beri Bantuan Kaki Palsu Kepada Asep Japar sebagai Penerima Manfaat

09 Mei 2026, 07:21:14 WIB Cianjur
BAZNAS Cianjur Beri Bantuan Kaki Palsu Kepada Asep Japar sebagai Penerima Manfaat

Keterangan Gambar : Foto istimewa.


Pinusnews.id - Di tengah tantangan kehidupan yang sering kali menyulitkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengubah nasib masyarakat kurang mampu.

Belum lama ini, di bawah kepemimpinan H. Tata yang visioner, BAZNAS Cianjur menyerahkan bantuan kaki palsu kepada Asep Japar, seorang warga yang kehilangan kakinya akibat kecelakaan. Inisiatif ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud nyata dari zakat produktif yang mampu mengembalikan martabat dan semangat hidup penerima.

Kepemimpinan H. Tata telah membawa angin segar bagi BAZNAS Cianjur. Sejak dipimpinnya, lembaga ini semakin gesit dalam mengidentifikasi kebutuhan mustahik, termasuk bantuan khusus seperti prostetik untuk penyandang disabilitas.

Baca Lainnya :

Ini juga bukan hanya soal distribusi dana, tapi juga pendekatan manusiawi memastikan zakat sampai ke tangan yang tepat, sehingga menciptakan dampak berkelanjutan. Kinerja apik ini mencerminkan dedikasi H. Tata dalam mewujudkan amanah zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.

Asep Japar, penerima bantuan tersebut, kini merasakan perubahan luar biasa dalam hidupnya. Sebelumnya, kehilangan kaki membuatnya terpuruk, sulit beraktivitas sehari-hari, dan kehilangan harapan. Namun, dengan kaki palsu berkualitas dari BAZNAS Cianjur, ia bisa kembali berdiri tegak dan melangkah maju. 

"Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Cianjur atas bantuan kaki palsu ini. Kini saya bisa kembali melangkah dengan lebih percaya diri. Semoga kebaikan para muzaki dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT.," kata Asep Japar dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur yang mendalam.

Kisah Asep Japar menjadi bukti konkret betapa efektifnya program BAZNAS Cianjur di era H. Tata. Bukan hanya satu kasus, tapi pola penyaluran zakat yang inovatif ini telah menyentuh ratusan mustahik lainnya, dari pendidikan hingga kesehatan. 

Kepemimpinan H. Tata menekankan transparansi dan akuntabilitas, sehingga muzakki semakin percaya menyalurkan zakat melalui lembaga ini. Hasilnya, Cianjur kini punya role model zakat yang tak hanya meringankan beban, tapi juga membangun kemandirian.

Keadaan penerima manfaat yang sudah dirasakan oleh Asep Japar, ini merefleksikan potensi zakat sebagai katalisator perubahan sosial. Di bawah H. Tata, BAZNAS Cianjur membuktikan bahwa kebaikan kecil bisa membuka langkah besar bagi yang membutuhkan. 

Semoga semangat ini menular ke seluruh nusantara, menginspirasi lebih banyak muzakki untuk berzakat, dan mustahik untuk bangkit. Zakat bukan akhir, tapi awal dari kehidupan yang lebih bermakna. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment