- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Badan Makin Kurus, Kulit Keriput, Balita di Cugenang Cianjur Diduga Alami Gizi Buruk

Keterangan Gambar : Nesya Aulia Putri saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Sayang Cianjur.
Pinusnews.id - Nesya Aulia Putri, anak bungsu dari pasangan suami istri Ukat Hidayat (45) dan Siti Nurhayati (43) sudah tujuh hari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur diduga karena gizi buruk.
Saat pertama kali tiba di RS, bayi berusia tiga bulan itu beratnya hanya 2,5 kilogram.
Siti Nurhayati dan suaminya merupakan warga Kampung Cileungsi RT 02/RW 01 Desa Sukajaya, Kecamatan Cugenang merupakan penyintas gempa 21 November 2022 silam.
Baca Lainnya :
- Bey Machmudin Dampingi Menkes Resmikan Layanan Rujukan Prioritas RSUD Al-Ihsan Jabar
- Lampaui Rp565 Triliun, Tren Investasi Manufaktur Terus Naik di Dekade Terakhir
- Serah Terima Kunci Hunian Tetap Relokasi di Babakan Karet Cianjur
- Satgas PASTI Memblokir 311 Pinjaman Online Illegal dan Konten Penawaran Pinjaman Pribadi
- Bupati Cianjur Sebar Ribuan Tenaga Kesehatan di TPS
Kata Siti, anaknya lahir dengan keadaan normal dengan berat 3,8 kilogram pada 19 November 2023 lalu. Namun dirinya baru mengetahui jika anaknya alami gizi buruk setelah beberapa kali memeriksakan kondisi Nesya ke posyandu setempat. Berat Nesya terus turun dan kulit Nesya menjadi keriput karena semakin kurus.
"Waktu dibawa ke posyandu dan ditimbang berat anak saya cuma 2,5 kilogram. Padahal kata petugas posyandu anak umur tiga bulan biasanya sudah lima kilogram. Padahal Nesya juga konsumsi ASI dengan normal,” ujar Siti pada Kamis (15/2/2024) kemarin di Ruang Apel, RSUD Sayang Cianjur.
Siti mengatakan, dirinya sempat ragu untuk membawa Nesya berobat ke RS karena masalah biaya. Ayah Nesya, hanya penjual susu keliling yang harus menghidupi istri dan lima kakak Nesya lainnya.
Namun, salah satu bidan di lingkungan rumahnya ternyata mau membiayai pengobatan Nesya di RS, hingga akhirnya anak bayi itu pun dibawa ke RSUD Sayang Cianjur.
“Untuk biaya sehari-hari saja sulit. Tapi Alhamdulillah ada bidan yang menyuruh kami membawa Nesya ke RS, katanya nanti dibantu untuk biayanya juga unutk menguruskan jaminan kesehatannya," katanya.
Saat ini, Nesya pun mendapatkan perawatan intensif dan berat bayi itu pun berangsur naik. “Alhamdulillah sekarang sudah naik tiga ons jadi 2,8 kilogram," kata Siti. (tim).











