- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Arab Health 2024: Kemenperin Dukung Forsta Kembangkan Dialyser Produksi Indonesia

Keterangan Gambar : Forsta telah membangun fasilitas untuk memproduksi dialyser di dalam negeri, sekaligus menjadi yang pertama di Indonesia.
Pinusnews.id - Partisipasi Indonesia pada pameran Arab Health 2024 dimanfaatkan oleh pemerintah dan industri dalam negeri untuk menjajaki kerja sama dengan pemilik teknologi global di bidang alat kesehatan. Kolaborasi ini dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan produk alat kesehatan yang selama ini diimpor agar dapat diproduksi di dalam negeri.
“Pengembangan produk alat kesehatan berteknologi tinggi, seperti X-ray, ultrasonic scanning apparatus, dan ozone therapy menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk alat kesehatan impor, sehingga sektor industri alat kesehatan dalam negeri menjadi mandiri,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier di Jakarta, Kamis (1/2).
Dirjen ILMATE menyampaikan, pentingnya kerja sama teknologi antara industri dalam negeri dengan pemilik teknologi. Selain untuk menarik investasi ke Indonesia, kerja sama ini juga dapat memberikan transfer teknologi bagi industri dalam negeri.
Baca Lainnya :
- Menkominfo Imbau Platform Digital Aktif Tekan Sebaran Konten Negatif Pemilu
- Bupati Herman: Pelatihan untuk Memotret Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Tahun Baru Imlek 2024, Shio Naga Unsur Kayu Membawa Hoki
- Sekarang Baldiah Tidak Mengemis Lagi, Dapat Bantuan Modal Usaha dari Kementerian Sosial
- Cegah Kematian Ibu dan Stunting Melalui Deteksi Kelainan Secara Dini
“Dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), industri alat kesehatan menjadi sektor prioritas. Pada tahun 2024, Indonesia sudah dapat mengembangkan produk elektromedikal, implant, dan radiologi. Produk dengan teknologi medium-high ini sangat banyak digunakan di Indonesia sehingga menjadi penting untuk dikembangkan secara lokal,” papar Taufiek.
Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan karakteristik pola hidup dari masyarakatnya, dinilai sangat rentan terhadap permasalahan ginjal. Angka kematian akibat ginjal kronis di Indonesia mencapai lebih dari 42 ribu lebih jiwa (Kemenkes, 2023). Hal ini menempatkan produk dialyser menjadi salah satu kebutuhan mendesak di Indonesia. Pengembangan produk ini secara lokal diharapkan mampu membantu penanganan kasus-kasus tersebut dengan lebih cepat dan efisien.
PT. Forsta Kalmedic Global (Forsta) sebagai anak perusahaan dari PT. Enseval Medika Prima yang bersama-sama tergabung dalam Kalbe Group turut mendukung upaya pemerintah untuk melokalkan produk-produk alat kesehatan. Salah satu produk yang akan segera diproduksi oleh perusahaan ini adalah Dialyser, yang digunakan dalam penanganan penyakit ginjal khususnya untuk pasien hemodialisa. Hal ini akan meningkatkan TKDN industri alat kesehatan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, terutama pengadaan pemerintah.
Forsta telah membangun fasilitas untuk memproduksi dialyser di dalam negeri, sekaligus menjadi yang pertama di Indonesia. Tahun 2023 Forsta telah selesai membangun fasilitas ruang produksi dan tahun 2024 siap untuk memasarkan dialyser pertama produksi Indonesia.
Forsta melakukan transfer teknologi melalui kerja sama dengan berbagai mitra di luar negeri untuk pengembangan teknologi dan komponen material utamanya seperti Italia, Jerman, dan China, serta tetap menggandeng perusahaan dalam negeri di Indonesia.
“Untuk produk dialyser sendiri, Forsta bekerjasama dengan salah satu perusahaan terkemuka asal Italia, yaitu Tecnoideal Srl. Dalam Kerjasama ini, Forsta mendapatkan kesempatan untuk memproduksi dialyser dengan bantuan dan teknologi yang dimiliki oleh partner global,” ujar Yvone, Direktur PT. Forsta Kalmedic Global di sela-sela pelaksanaan pameran Arab Health 2024. (tim).











