- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
1375 Jiwa Dilanda Bencana Alam di Cianjur Selatan, Sebagian Telah Diungsikan

Keterangan Gambar : Tampak Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmana Wijaya dan Bupati Cianjur Herman Suherman tengah menangani bencana alam di Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur terus bertambah. Saat ini wilayah yang terdata terjadi bencana berada di 15 kecamatan.
Wilayahnya meliputi Kecamatan Agrabinta, Campaka, Campakamulya, Cibeber, Cibinong, Cijati, Kadupandak, Leles, Naringgul, Pagelaran, Pasirkuda, Sindangbarang, Sukanagara, Takokak, dan Tanggeung. Di wilayah ini terjadi tanah longsor, pergerakan tanah, dan banjir bandang.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmana Wijaya mengatakan, akibat berbagai bencana, ratusan rumah kondisinya rusak.
Baca Lainnya :
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Perketat Prokes, Polres Cianjur Tak Kendor Razia Masker
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Polsek Agrabinta Dorong Warga Prokes 3M
- Sehat Mahal Harganya, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Penerapan Disiplin 3M
“Terdapat 185 rumah yang rusak, 381 rumah yang terendam, dan 75 rumah yang terancam,” kata Asep, Jumat, 6 Desember 2024.
Selain itu, 1.375 jiwa terdampak akibat bencana. Sebagian di antara mereka menempati pengungsian.
“Ada juga yang sudah menempati rumahnya. Warga yang terdampak banjir, saat ini air di beberapa titik sudah mulai surut,” ujarnya.
Asep menambahkan, bencana hidrometeorologi juga menyebabkan berbagai infrastruktur rusak. Misalnya jalan dan irigasi.
“Infrastruktur jalan yang terdata rusak asa di 31 titik serta 2 irigasi,” pungkasnya. (tim-dens).











