- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Zakat BAZNAS Cianjur: Dari Pengumpulan Ramadhan hingga Kesejahteraan Warga yang Nyata
- Bupati Cianjur: Layanan NIB Gratis sebagai Katalisator Kemajuan Ekonomi Lokal
- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
1375 Jiwa Dilanda Bencana Alam di Cianjur Selatan, Sebagian Telah Diungsikan

Keterangan Gambar : Tampak Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmana Wijaya dan Bupati Cianjur Herman Suherman tengah menangani bencana alam di Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur terus bertambah. Saat ini wilayah yang terdata terjadi bencana berada di 15 kecamatan.
Wilayahnya meliputi Kecamatan Agrabinta, Campaka, Campakamulya, Cibeber, Cibinong, Cijati, Kadupandak, Leles, Naringgul, Pagelaran, Pasirkuda, Sindangbarang, Sukanagara, Takokak, dan Tanggeung. Di wilayah ini terjadi tanah longsor, pergerakan tanah, dan banjir bandang.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmana Wijaya mengatakan, akibat berbagai bencana, ratusan rumah kondisinya rusak.
Baca Lainnya :
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Perketat Prokes, Polres Cianjur Tak Kendor Razia Masker
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Polsek Agrabinta Dorong Warga Prokes 3M
- Sehat Mahal Harganya, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Penerapan Disiplin 3M
“Terdapat 185 rumah yang rusak, 381 rumah yang terendam, dan 75 rumah yang terancam,” kata Asep, Jumat, 6 Desember 2024.
Selain itu, 1.375 jiwa terdampak akibat bencana. Sebagian di antara mereka menempati pengungsian.
“Ada juga yang sudah menempati rumahnya. Warga yang terdampak banjir, saat ini air di beberapa titik sudah mulai surut,” ujarnya.
Asep menambahkan, bencana hidrometeorologi juga menyebabkan berbagai infrastruktur rusak. Misalnya jalan dan irigasi.
“Infrastruktur jalan yang terdata rusak asa di 31 titik serta 2 irigasi,” pungkasnya. (tim-dens).











