- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
Yusman Faisal: Penyakit Korban Terdampak Bencana Alam di Cianjur Selatan Bukan Katagori Berat

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Ribuan pengungsi korban terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur masih berada di pengungsian. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur pun terus memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.
Pasalnya, di lokasi pengungsian cukup rentan terjadinya penyebaran penyakit. Terutama penyakit berbasis sanitasi lingkungan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah pengungsi akibat bencana di 17 kecamatan sebanyak 14.460 jiwa dari 1.301 kepala keluarga harus mengungsi. Mereka merupakan warga yang tersebar di 15 kecamatan.
Baca Lainnya :
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan, sejauh ini pascabencana, kondisi kesehatan para pengungsi cenderung terkendali. Artinya, kalaupun terjadi gejala penyakit yang menjangkit pengungsi, tim kesehatan sudah langsung menanganinya.
“Penyakit yang diderita pengungsi pun masih biasa, bukan kategori berat,” kata Yusman, Minggu, 22 Desember 2024.
Rata-rata para pengungsi menderita infeksi saluran pernapasan, gatal, maupun hipertensi. Yusman mengaku sudah melaporan hasil evaluasi penanganan penyakit para pengungsi pada kegiatan rapat koordinasi dengan Forkopimda.
“Alhamdulillah, sejauh ini masih tertangani dengan upaya yang terbaik,” ujarnya.
Tertanganinya kesehatan para pengungsi dengan baik tak terlepas kerja keras para tenaga kesehatan di lapangan. Pascabencana belum lama ini, di tempat pengungsian Dinkes telah mendirikan posko kesehatan.
“Kami sudah membuat surat imbauan kepada nakes untuk mengamati penyakit-penyakit yang berpotensi menjadi wabah. Kemudian mengamati kondisi sanitasi di daerah bencana,” kata Yusman Faisal..
Berdasarkan pemantauan tim tenaga kesehatan, para pengungsi juga sudah banyak yang telah meninggalkan pos-pos pengungsian dan tinggal di beberapa kerabat maupun tetangganya yang tidak terkena dampak bencana.
“Untuk nakes saat ini tidak tergantung di posko. Mereka mobile pergerakannya karena banyak pengungsi tersebar di rumah-rumah penduduk lainnya,” pungkas Yusman Faisal. (dens).











