- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
Yusman Faisal: Penyakit Korban Terdampak Bencana Alam di Cianjur Selatan Bukan Katagori Berat

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Ribuan pengungsi korban terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur masih berada di pengungsian. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur pun terus memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.
Pasalnya, di lokasi pengungsian cukup rentan terjadinya penyebaran penyakit. Terutama penyakit berbasis sanitasi lingkungan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah pengungsi akibat bencana di 17 kecamatan sebanyak 14.460 jiwa dari 1.301 kepala keluarga harus mengungsi. Mereka merupakan warga yang tersebar di 15 kecamatan.
Baca Lainnya :
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan, sejauh ini pascabencana, kondisi kesehatan para pengungsi cenderung terkendali. Artinya, kalaupun terjadi gejala penyakit yang menjangkit pengungsi, tim kesehatan sudah langsung menanganinya.
“Penyakit yang diderita pengungsi pun masih biasa, bukan kategori berat,” kata Yusman, Minggu, 22 Desember 2024.
Rata-rata para pengungsi menderita infeksi saluran pernapasan, gatal, maupun hipertensi. Yusman mengaku sudah melaporan hasil evaluasi penanganan penyakit para pengungsi pada kegiatan rapat koordinasi dengan Forkopimda.
“Alhamdulillah, sejauh ini masih tertangani dengan upaya yang terbaik,” ujarnya.
Tertanganinya kesehatan para pengungsi dengan baik tak terlepas kerja keras para tenaga kesehatan di lapangan. Pascabencana belum lama ini, di tempat pengungsian Dinkes telah mendirikan posko kesehatan.
“Kami sudah membuat surat imbauan kepada nakes untuk mengamati penyakit-penyakit yang berpotensi menjadi wabah. Kemudian mengamati kondisi sanitasi di daerah bencana,” kata Yusman Faisal..
Berdasarkan pemantauan tim tenaga kesehatan, para pengungsi juga sudah banyak yang telah meninggalkan pos-pos pengungsian dan tinggal di beberapa kerabat maupun tetangganya yang tidak terkena dampak bencana.
“Untuk nakes saat ini tidak tergantung di posko. Mereka mobile pergerakannya karena banyak pengungsi tersebar di rumah-rumah penduduk lainnya,” pungkas Yusman Faisal. (dens).











