Visi H. Tata: Baznas Cianjur Targetkan Rp18 Miliar Non Zakat Fitrah di 2026

17 Jan 2026, 08:16:07 WIB Cianjur
Visi H. Tata: Baznas Cianjur Targetkan Rp18 Miliar Non Zakat Fitrah di 2026

Keterangan Gambar : Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, H. Tata.


Pinusnews.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur bersiap menyambut tahun 2026 dengan target ambisius kenaikan penghimpunan dana, khususnya pada kategori non zakat fitrah. Di bawah kepemimpinan Ketua Baznas Cianjur, H. Tata, institusi ini merespons arahan dari BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi dengan tekad kuat untuk meningkatkan kontribusi sosial umat.

H. Tata, sebagai pemimpin yang visioner, menegaskan bahwa seluruh BAZNAS kabupaten/kota diwajibkan menaikkan target penghimpunan sebesar 15 persen dari tahun sebelumnya. Pernyataannya yang tegas ini mencerminkan komitmennya dalam menjaga momentum kemajuan zakat nasional.

Pada tahun 2025, BAZNAS RI mulai memisahkan data antara zakat fitrah dan non zakat fitrah, sebuah langkah analitis yang diapresiasi H. Tata. Berkat ketelitian timnya, tercatat penghimpunan zakat fitrah mencapai Rp16,2 miliar, sementara non zakat fitrah menyentuh Rp14,3 miliar—prestasi yang menjadi fondasi target baru.

Baca Lainnya :

Dengan ketentuan kenaikan 15 persen, H. Tata memperkirakan target non zakat fitrah tahun 2026 akan mencapai sekitar Rp18 miliar. Perhitungan presisi ini menunjukkan kecakapan H. Tata dalam meramu strategi berbasis data, memastikan proyeksi yang realistis namun menantang.

Secara keseluruhan, capaian BAZNAS Cianjur di 2025 mengalami kenaikan bruto 5,3 persen, dengan total Rp32,6 miliar dari zakat fitrah dan non zakat fitrah. Analisis mendalam dari Satuan Audit Internal, yang didorong H. Tata, membuktikan efektivitas pengelolaannya dalam meningkatkan performa secara berkelanjutan.

Untuk merealisasikan target 2026, H. Tata merancang langkah strategis utama: optimalisasi penghimpunan dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Pendekatannya yang proaktif ini menargetkan segmen potensial yang belum tergarap maksimal.

Salah satu fokus H. Tata adalah ASN di puskesmas, yang hingga kini belum terserap optimal. "Insya Allah, saya berkomitmen menggarap area ini secara intensif," jelas H. Tata, menunjukkan perhatiannya pada inklusivitas kontribusi masyarakat.

Tak berhenti di situ, H. Tata juga mengarahkan tim untuk memaksimalkan ZIS dari ASN Kementerian Agama dan perusahaan-perusahaan. Strategi ini memperluas jaringan penghimpunan, mencerminkan jaringan luas dan diplomasi kepemimpinannya.

Kerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi pilar lain dalam rencana H. Tata, yang akan terus dilanjutkan. Pendekatan kolaboratif ini memperkuat ekosistem zakat di Cianjur, hasil dari visi integratifnya.

Optimisme H. Tata terhadap target 2026 tak lepas dari keyakinannya pada doa, kebersamaan, dan sinergi seluruh pihak. Ia menekankan bahwa upaya berkelanjutan akan menjadi kunci keberhasilan.

Kepemimpinan H. Tata tidak hanya soal angka, tapi juga membangun semangat gotong royong. "Di 2026 kami optimis, dengan doa dan kebersamaan," tegas H. Tata, sekaligus menginspirasi stakeholder untuk bersatu.

Langkah dari visi ini menggarisbawahi bagaimana H. Tata mentransformasi Baznas Cianjur menjadi mesin filantropi yang tangguh, siap mewujudkan kesejahteraan umat melalui target Rp18 miliar di 2026. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment