- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Turunnya Angka Kecelakaan Cianjur 2025: Kesiapan Lodaya Hadapi Ancaman Jalan Provinsi Rusak

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan akibat tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Baru-baru ini, jalan provinsi di wilayah ini—seperti arteri utama yang menghubungkan Cianjur dengan kota-kota tetangga—menjadi saksi bisu berbagai insiden mematikan. Ironisnya, meski pemerintah daerah dan polisi berupaya keras, perbaikan jalan provinsi ini sering kali tertunda, tidak mendapat perhatian cepat dari Pemprov Jawa Barat.
Sebagaii contohnya banyak Lubang dan retak, yang tak kunjung cepat diperbaiki bukan hanya mengganggu lalu lintas, tapi juga jadi pemicu utama kecelakaan. Kondisi ini memperburuk faktor lain seperti kelalaian pengemudi atau kendaraan tak laik jalan, menjadikannya bom waktu di musim hujan seperti sekarang.
Pagi Senin, 2 Februari 2026, Polres Cianjur menggelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di Lapangan Apel Polres, Jalan KH Abdullah bin Nuh. Dipimpin Wakapolres Kompol Mohamad Ardi Wibowo, apel ini melibatkan personel Polres Cianjur, Polsek jalur, Dinas Perhubungan, serta Jasa Raharja.
Baca Lainnya :
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
- Pelaku UMKM PT. Bukit Naga Mas, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cianjur
Operasi ini berlangsung 14 hari, dari 2 hingga 15 Februari 2026, mencakup seluruh wilayah Polda Jawa Barat. Wakapolres menekankan bahwa kegiatan ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan tujuan memastikan kesiapan personel melalui pemeriksaan pra-operasi.
Skala operasi ini masif: 2.606 personel dikerahkan, terdiri dari 480 personel Satgas Polda dan 2.126 personel Satgas Polres. Pendekatannya seimbang—40% preemtif (pencegahan dini seperti sosialisasi), 40% preventif (patroli dan edukasi), serta 20% represif (penindakan pelanggaran).
Sebanyak 95% penindakan dilakukan via sistem ETLE (elektronik), dan hanya 5% manual. Strategi ini menunjukkan komitmen polisi untuk menekan pelanggaran secara efisien, terutama di jalur rawan seperti jalan provinsi Cianjur yang rusak parah.
Kabar baiknya, KBO Lantas Polres Cianjur, Iptu Atim Kosasih, SE, melaporkan tren positif: angka kecelakaan lalu lintas tahun 2025 turun dibanding 2024. Namun, penyebab dominan tetap sama—faktor manusia (kelalaian, kelelahan pengemudi), kondisi jalan buruk, dan kendaraan tak laik jalan.
Di sinilah letak paradoksnya: meski operasi seperti Lodaya sukses menurunkan angka kecelakaan, jalan provinsi di Cianjur tetap jadi penghalang utama. Perbaikan yang lambat dari pemerintah provinsi membuat upaya polisi seperti berjuang di medan berlumpur; lubang-jalan di jalur seperti Cianjur-Cipanas atau menuju Sukabumi sering memicu tabrakan beruntun, terutama bagi pengendara roda dua.
Operasi Lodaya 2026 diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat, tapi tanpa sinergi lintas instansi—termasuk percepatan perbaikan jalan provinsi oleh Pemprov Jawa Barat—penurunan kecelakaan hanya sementara.
Pemerintah daerah perlu prioritaskan anggaran darurat untuk jalan rusak ini, sementara polisi terus edukasi pengemudi soal adaptasi di kondisi ekstrem. Hanya dengan pendekatan holistik, Cianjur bisa jadi wilayah lalu lintas yang aman, bukan lagi zona bahaya. (dens).











