- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Tuan Rumah Kalah! Hampir Terjadi Hattrick di Laga pembuka
Agung Kadarusman

Keterangan Gambar : Selebrasi dilakukan oleh pemain Ekuador setelah mencetak goal ke gawang tuan rumah Qatar dalam laga pembuka tadi malam. Hal ini juga menjadi poin penting bagi Ekuador untuk laga selanjutnya. / IG FIFA WOILD
Laga pembuka yang buruk untuk tuan rumah, Qatar derita
kekalahan pertama di Piala Dunia 2022 usai di tumbangkan ekuador. Pasalnya hal ini menjadi kekalahan pertama bagi tuan rumah di laga pembuka sejak tahun-tahun sebelumnya selalu menang.
Gelaran Piala Dunia 2022 sudah dimulai pada
minggu malam yang menyajikan pertandingan pembuka antara tuan rumah Qatar
kontra Ekuador. Pertandingan berlangsung di Stadion Al Bayt, Al Khor. Minggu
(20/11/2022) yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Ekuador.
Dalam pertandingan ini ekuador tampil
dominan dengan berhasil menekan Qatar sejak laga baru dimulai. Ener Valencia
menjadi sosok yang tampil gemilang dengan mengantongi dua gol, sebenarnya
pemain mantan pemain West Ham itu hampir saja mencetak hattrick jiga gol
pertamanya tidak di anulir.
Baca Lainnya :
- Mengenal Intentional Camera Movement (ICM), Seni dalam Foto Blur
- Jangan Remehkan Insomnia! Kenali dan Coba Sembuhkan Tanpa Obat
- Lirik dan Terjemah Soundtrack Piala Dunia Qatar 2022
- Transformasi Conor McGregor, dari Seperti Tengkorak hingga Besar Berotot
- Siap Dimulai! Jadwal Fase Grup Piala Dunia Qatar 2022
Gol pertama Valencia dicetak pada menit
ketiga melalui sundulan yang tepat mengarah kedalam gawang tuan rumah. Namun
setelah wasit melihat Video Assistant Referee (VAR), gol itu harus di anulir.
Ener Valencia terbukti sudah berada dalam
posisi offside, ia berada setengah langkah lebih depan dari pemain bertahan
tuan rumah. Pada menit ke-16 Valencia menunjukan dirinya dengan mencetak gol
pertama bagi Ekuador lewat titik putih.
Tak cukup sampai disitu, pemain yang kini
memperkuat Fenerbache itu sukses memasukan gol keduanya pada menit ke-31
melalui sundulan. Skor 2-0 untuk kemenangan Ekuador bertahan hingga akhir
pertandingan.
Kemenangan ini membuat Ekuador berhasil
mengantongi tiga poin penuh pada pertandingan pembuka yang tentu menjadi modal
berharga untuk bisa lolos ke-16 besar. Sebaliknya, tuan rumah harus menelan pil
pahit dari kekalahan ini, langkah mereka kedepannya akan menjadi lebih sulit.
Kekalahan ini berhasil mencoreng rekor
timnas Qatar yang selalu memenangkan pertandingan ketika berlaga di Stadion Al
Bayt, Al Khor. Dalam tiga pertandingan trakhirnya, Qatar berhasil menaklukan
Uni Emirate Arab, Iraq, dan juga Bahrain.
Kekalahan Qatar ini mengukir sejarah baru,
pasalnya tuan rumah piala dunia tidak ada yang pernah kalah dilaga pembuka. Qatar
menjadi tuan rumah pertama yang kalah pada laga pembuka sepanjang sejarah
gelaran Piala Dunia.
Dengan raihan tiga poin penuh dilaga
pembuka, Ekuador kini bertengger di puncak klasemen grup A. Sementara tuan
rumah kini terperosok ke dasar klasemen dengan nol poin serta -2 singnifikan
goal.
Pertadingan selanjutnya yang tersaji digrup A akan mempertemukan Belanda kontra Sanegal pada (21/11/2022) malam. Persaingan digrup A akan menjadi semakin menarik jika Qatar bisa bangkit dan setiap tim bisa saling mengalahkan satu sama lain.
Editor: Abdul Hayyi











