- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
Tahun 2025 Disperkim Cianjur Perbaiki Dampak Bencana Alam Tanah Longsor dan Pergerakan Tanah

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perumaham dan Kawasan Permukiman Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Cepi R Fadiana.
Pinusnews.id - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Cianjur, menyebut perbaikan Jembatan Gantung Leuwi Tarisi sepanjang 52 meter yang rusak akibat bencana alam pergeseran tanah akan dianggarkan di 2025.
Kerusakan tersebut diketahui bahwa Jembatan Gantung Leuwi Tarisi menghubungkan Kampung Bobojong, Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak dengan Kampung Ciakar, Desa Sukaharja, Kecamatan Kadupandak.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Cianjur, Cepi R Fadiana mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari Kepala Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak terkait rusaknya jembatan tersebut.
Baca Lainnya :
- Aktivis Migran Jabar Sambangi Rumah Pekerja Migran yang Dibuang Majikan dan Mengalami Lumpuh
- Ada Perusahaan Beroperasi, Tapi Tak Terdaftar di DLH
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
“Kita belum bisa merealisasikan perbaikannya, selain akses ini sebenarnya ada akses alternatif untuk penggunaan aktivitas masyarakat. Inshaa Allaah karena kita sedang melakukan rekapitulasi beberapa infrastruktur yang perlu diperbaiki dampak bencana alam tanah longsor dan pergerakan tanah, kita nanti akan anggarkan di Tahun 2025,” ujar Cepi R Fadiana, di Cianjur, belum lama berselang ini.
Menurutnya, Disperkim saat ini sedang fokus memverifikasi kerusakan akibat dampak bencana alam tersebut. Dimana data terakhir ada sekitar 4.534 rumah yang tersebar di 16 kecamatan.
“Data yang kami terima di 16 kecamatan, kemudian kita lakukan verifikasi dan sekarang ini sudah 2.696 unit yang terverifikasi. Tapi sepertinya sekarang sudah lebih banyak lagi yang terverifikasi,” kata Kadis Perkim, Cepi R Fadiana.
Diberitakan sebelumnya, pergeseran tanah yang melanda Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, beberapa waktu lalu mengakibatkan akses Jembatan Gantung Leuwi Tarisi penghubung dua desa antara Kecamatan Takokak dengan Kecamatan Kadupandak terputus.
Akibatnya, warga harus memutar ke jalan lain yang lebih jauh dengan kondisi licin untuk menuju Kecamatan Kadupandak begitupun sebaliknya. (dens).











