- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
SPPG Desa Kertajadi: Penggerak Gizi dan Ekonomi Lokal yang Berkelanjutan

Keterangan Gambar : Inilah Sentra Pelayanan Pengolahan Gizi (SPPG) di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, menciptakan dampak langsung peningkatan perekonomian warga setempat.
Pinusnews.id - Operasional Sentra Pelayanan dan Pengolahan Gizi (SPPG) di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, telah melampaui fungsi utamanya sebagai penyedia gizi bagi masyarakat. Lebih dari itu, inisiatif ini menciptakan dampak langsung pada perekonomian warga setempat, menjadikannya contoh sukses integrasi layanan sosial dengan pemberdayaan ekonomi desa.
Sejak mulai beroperasi, SPPG berhasil menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Warga desa terlibat aktif dalam berbagai tahap kegiatan, mulai dari pengolahan bahan pangan, distribusi, hingga pekerjaan pendukung lainnya. Hal ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program tersebut.
Person In Charge (PIC) SPPG Desa Kertajadi, Anggi Pramata, menekankan bagaimana keberadaan SPPG memicu perputaran ekonomi di tingkat desa. Kebutuhan operasional sebagian besar dipenuhi dari hasil pertanian dan usaha warga lokal, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan.
Baca Lainnya :
- Tahun 2020 di Cianjur Kriminalitas Turun, Kasus Narkoba MeningkatÂ
- Awas Hati-Hati, Ada Oknum Satpol PP Cianjur Lakukan Penipuan
- Kontes Burung Bergengsi di Pendopo Tumaritis Cianjur
- Dishub Cianjur Pasang CCTV di 8 Titik, 24 Jam Pantau Lalu-Lintas
- Geger, di Sebuah Kosan seorang Pria Meninggal, yang Wanita Kritis
“Bahan pangan seperti sayuran, beras, telur, dan kebutuhan lainnya disuplai oleh petani dan pelaku UMKM setempat. Ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan mereka,” kata Anggi, Jumat (26/12/2025).
Lebih jauh lagi, SPPG dirancang bukan sekadar sebagai layanan gizi, melainkan sebagai ruang kolaborasi ekonomi desa. Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk ibu rumah tangga, kini terlibat dalam rantai pasok dan produksi.
Respons warga terhadap program ini pun sangat positif, karena selain memenuhi kebutuhan gizi, SPPG membuka peluang kerja dan mengurangi ketergantungan ekonomi masyarakat desa terhadap sumber luar.
“SPPG memberi manfaat ganda, dari sisi kesehatan dan ekonomi. Warga ikut bergerak, tidak hanya sebagai penerima manfaat, tapi juga sebagai pelaku,” ujarnya.
Ke depan, SPPG Desa Kertajadi diharapkan terus berkembang menjadi model penguatan ekonomi berbasis desa yang berkelanjutan. Dengan memaksimalkan potensi lokal, program ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun kemandirian yang holistik. (tim dens).











