- BAZNAS Cianjur Dukung Penuh Kafilah Pagelaran Raih Juara Umum MTQH XLVIII
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Patroli Malam, Sinergi dengan Polsek, Desa, dan Damkar Cegah Karhutla
- Pemantau Pemilu: Menjaga Integritas Demokrasi
- PSI Cianjur Konsolidasi Akar Rumput, Targetkan Minimal 4 Kursi di Legislatif
- Dalam Rangka HUT RI Ke-81, Polres Cianjur dan Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Mancing Bersama
- TMMD Ke-129 di Mekarmukti: Cor Jalan, Bangun Rutilahu, dan Pasang Pipanisasi untuk Hidup Lebih Baik
- Perhutani KPH Cianjur Sambut Mahasiswa UNB: Praktik Lapang Jadi Jembatan Antara Teori dan Realitas
- Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif
- Kementerian HAM Ajak Pelajar Jabar Jadi Pelopor Nilai Kemanusiaan
- Presiden Prabowo: Swasembada Pangan Perkuat Ketahanan Bangsa
SLB Bukan Sekolah Gajah
Oleh: Torik Imanurdin, M.Pd.

Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Ketua Yayasan PPLB Bina Asih Cianjur
Pinusnews.id - Sering kali, Sekolah Luar Biasa (SLB) dipandang sebelah mata—seolah hanya pelengkap dalam sistem pendidikan nasional. Padahal, SLB bukan sekadar “sekolah besar” yang berjalan tanpa arah. SLB bukan sekolah gajah. Ia tidak cukup hanya besar secara fisik atau jumlah siswa, tapi justru harus kuat dalam fondasi, sistem, dan arah pendidikannya.
Mendidik anak-anak berkebutuhan khusus tidak bisa dilakukan secara instan atau ala kadarnya. Dibutuhkan perencanaan yang terukur dan sistematis, mulai dari penyusunan kurikulum yang adaptif hingga pendekatan pembelajaran yang humanis dan personal. SLB bukan tempat “menitipkan” guru, melainkan ladang pengabdian bagi pendidik-pendidik yang terlatih, teruji, dan memiliki latar belakang keilmuan yang relevan.
Baca Lainnya :
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
Tak hanya itu, sarana dan prasarana SLB pun harus memadai dan fungsional, bukan hanya sebagai pajangan. Setiap alat bantu harus benar-benar menunjang kebutuhan terapi, komunikasi, dan interaksi belajar siswa. Ruang kelas harus inklusif, aman, dan nyaman secara sensorik maupun emosional.
Yang tak kalah penting adalah kualitas SDM. SLB tidak membutuhkan guru biasa, tapi guru luar biasa—yang memiliki kompetensi linear dengan pendidikan khusus, punya kepekaan sosial yang tinggi, dan siap menghadapi kompleksitas tantangan di dalam kelas.
Tanpa semua itu, SLB hanya akan menjadi sekolah besar yang hampa arah. Sekali lagi: SLB bukan sekolah gajah. Ia harus ditata dengan visi yang kuat, sistem yang jelas, dan tenaga profesional yang benar-benar siap mendampingi anak-anak luar biasa menuju masa depan mereka.






.jpg)




