- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Sinergi IAI Cianjur dan Pemerintah: Membangun Kesehatan Masyarakat yang Inklusif dan Berkualitas

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menerima audensi dari IAI Cianjur.
Pinusnews.id - Pada Rabu, 4 Februari 2026, ruang rapat Bupati Cianjur menjadi saksi pertemuan penting antara Bupati Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. I Made Setiawan, dengan jajaran Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Cianjur.
Audiensi ini bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi apoteker dan pemerintah daerah. Di tengah tantangan kesehatan masyarakat Cianjur yang mayoritas bergantung pada pelayanan dasar, pertemuan ini menegaskan komitmen bersama mewujudkan akses kesehatan yang aman, bermutu, dan merata bagi semua lapisan masyarakat.
Ketua IAI Cianjur, apt. Budi Marsanto, S.Far., menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan membangun komunikasi berkelanjutan dengan pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan. Program kerja IAI yang dipaparkan membuktikan kontribusi nyata mereka terhadap kemajuan kesehatan di Cianjur. Misalnya, kegiatan edukasi kefarmasian telah dilakukan secara rutin, seperti sosialisasi penggunaan obat yang benar di puskesmas dan posyandu, yang langsung menjangkau ribuan warga pedesaan.
Baca Lainnya :
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
Penguatan peran apoteker di masyarakat terlihat dari program konsultasi gratis obat di apotek komunitas, mengurangi kesalahan pengobatan mandiri yang sering terjadi di kalangan petani dan buruh tani. Selain itu, kontribusi aktif dalam program kesehatan daerah, seperti vaksinasi dan pengendalian penyakit tropis, telah terbukti meningkatkan cakupan imunisasi hingga 20% di wilayah terpencil tahun lalu, menurut data Dinkes Cianjur.
Bukti-bukti ini menunjukkan IAI bukan golongan eksklusif yang jauh dari masyarakat; sebaliknya, mereka turun langsung ke lapangan, berkolaborasi dengan kader kesehatan desa untuk memastikan pelayanan kefarmasian mudah diakses oleh warga biasa.
Bupati Cianjur merespons dengan apresiasi mendalam atas dedikasi IAI. Ia menekankan harapan agar sinergi ini terus berlanjut, terutama dalam program kesehatan berdampak langsung seperti pencegahan stunting dan penanganan obat esensial.
"Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan, termasuk apoteker, menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat Cianjur," tegas Bupati.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa keberhasilan IAI telah terukur: tidak hanya melalui audiensi simbolis, tapi dampak riil seperti penurunan angka keracunan obat akibat edukasi mereka.
Pertemuan ini menjadi momentum emas bagi Cianjur untuk mempercepat transformasi kesehatan. Dengan IAI yang proaktif dan inklusif, serta dukungan pemerintah, masyarakat Cianjur kini lebih dekat dengan visi sehat yang merata—bukan mimpi, tapi kenyataan yang sedang dibangun bersama. (dens).











