- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
Sejumlah Anggota DPRD Cianjur Desak Pemkab Perbaiki Jembatan Gantung yang Putus

Keterangan Gambar : Jembatan gantung yang terputus di Desa Gitimukti, Campaka, Cianjur.
Pinusnews.id - Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Cianjur mendesak Pemkab Cianjur, untuk segera memperbaiki jembatan gantung yang putus di Desa Girimukti, Kecamatan Campaka.
Jembatan tersebut merupakan akses utama, warga sekitar hingga aktivitas bagi anak-anak sekolah.
"Saya mendesak Pemkab Cianjur, dalam hal ini instansi terkait, segera memperbaiki jembatan gantung putus yang belum lama ini viral," kata anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Gerindra, Angga Lenoseva, belum lama ini di Cianjur.
Baca Lainnya :
- Ada Perusahaan Beroperasi, Tapi Tak Terdaftar di DLH
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
- Pemotor Meninggal Tertimbun Longsor, Jalan Sukanagara-Pagelaran Tertutup
Angga mengatakan, keberadaan jembatan tersebut tentunya sangat vital bagi warga.
"Sangat miris saya mendengarnya. Informasinya itu jalan terdekat bagi siswa SD dan para guru untuk ke sekolahnya. Saat ini karena rusak, jadi harus memutar jauh," terangnya.
Sementara itu Syarif Hidayat (57), salah satu guru sekolah mengaku pernah terjatuh dari jembatan gantung tersebut.
"Kalau lewat jembatan lain harus memutar. Cukup jauh, sekitar tiga kilometer. Kalau ke sekolah saya biasa berjalan kaki," kata Syarif. (tim-dens).











