- Dalam Rangka HUT RI Ke-81, Polres Cianjur dan Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Mancing Bersama
- TMMD Ke-129 di Mekarmukti: Cor Jalan, Bangun Rutilahu, dan Pasang Pipanisasi untuk Hidup Lebih Baik
- Perhutani KPH Cianjur Sambut Mahasiswa UNB: Praktik Lapang Jadi Jembatan Antara Teori dan Realitas
- Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif
- Kementerian HAM Ajak Pelajar Jabar Jadi Pelopor Nilai Kemanusiaan
- Presiden Prabowo: Swasembada Pangan Perkuat Ketahanan Bangsa
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
Sejumlah Anggota DPRD Cianjur Desak Pemkab Perbaiki Jembatan Gantung yang Putus

Keterangan Gambar : Jembatan gantung yang terputus di Desa Gitimukti, Campaka, Cianjur.
Pinusnews.id - Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Cianjur mendesak Pemkab Cianjur, untuk segera memperbaiki jembatan gantung yang putus di Desa Girimukti, Kecamatan Campaka.
Jembatan tersebut merupakan akses utama, warga sekitar hingga aktivitas bagi anak-anak sekolah.
"Saya mendesak Pemkab Cianjur, dalam hal ini instansi terkait, segera memperbaiki jembatan gantung putus yang belum lama ini viral," kata anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Gerindra, Angga Lenoseva, belum lama ini di Cianjur.
Baca Lainnya :
- Ada Perusahaan Beroperasi, Tapi Tak Terdaftar di DLH
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
- Pemotor Meninggal Tertimbun Longsor, Jalan Sukanagara-Pagelaran Tertutup
Angga mengatakan, keberadaan jembatan tersebut tentunya sangat vital bagi warga.
"Sangat miris saya mendengarnya. Informasinya itu jalan terdekat bagi siswa SD dan para guru untuk ke sekolahnya. Saat ini karena rusak, jadi harus memutar jauh," terangnya.
Sementara itu Syarif Hidayat (57), salah satu guru sekolah mengaku pernah terjatuh dari jembatan gantung tersebut.
"Kalau lewat jembatan lain harus memutar. Cukup jauh, sekitar tiga kilometer. Kalau ke sekolah saya biasa berjalan kaki," kata Syarif. (tim-dens).


.jpg)
.jpg)
.jpg)






