- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
Sejarah May Day, Hari Buruh Internasional yang Diperingati setiap Tanggal 1 Mei

Keterangan Gambar : Ilustrasi: Dede Mirna S/Pikiran Cianjur
pikirancianjur.com- Cianjur, Hari Buruh Internasional atau yang sering dikenal dengan istilah May Day jatuh setiap tanggal 1 Mei. Peringatan ini berasal dari aksi demonstrasi besar-besaran serikat buruh di Amerika Serikat pada tanggal 1 Mei 1886. Kaum pekerja ini menuntut pemberlakuan sistem 8 jam kerja per harinya.
Sebelum abad ke-19, istilah May Day merujuk pada perayaan pergantian musim, ke musim semi di Amerika Serikat. Dilansir dari tirto.id, Nation Today menulis, May Day merupakan hari persatuan, kebersamaan, dan kelahiran kembali; hari bagi semua orang untuk berkumpul dan merayakan kehidupan.
Hingga bertahun-tahun setelahnya, pada abad ke-19 makna baru May Day muncul. May Day juga dikenal sebagai Hari Pekerja Internasional untuk merayakan hak-hak buruh dan 8 jam kerja sehari di Amerika Serikat.
Baca Lainnya :
- Buruh dan Permasalahannya
- Tim GTRA Cianjur Sampaikan Progres Reforma Agraria Lahan Eks Perkebunan Tjigebang Dan MPM
- Karang Taruna Tunas Mekar dan Pemdes Tanjungsari berbagi Takjil Buka Puasa
- Nah Ini Dia, Polres Cianjur Lidik Peristiwa Tewasnya 4 Pekerja Tambang di Gekbrong
- Peresmian Unit Usaha Alami Kaoem Guest House
Kisah hari buruh ini bermula dari sebuah tuntutan para pekerja pada 1 Mei 1886 di Haymarket, Chicago, Amerika Serikat. Sebanyak kurang lebih 30 ribu pekerja turun ke jalan bersama isteri dan anak-anaknya untuk ikut berdemonstarasi menyuarakan tuntutan bekerja 8 jam sehari.
Di seluruh penjuru Amerika Serikat, ada sekitar 350 ribu Federasi Buruh Amerika melakukan aksi mogok kerja.
Aksi unjuk rasa ini bukan hanya dilakukan seharian, melainkan berhari-hari. Dilansir dari liputan6.com, Majalah Time mengabarkan, tanggal 4 Mei 1886 malam, di alun-alun Haymarket di Chicago, sejumlah aktivis masih melakukan orasi bergantian.
Peristiwa yang membuat kota lumpuh pada saat itu kemudian dikenal dengan Insiden Haymarket atau Kerusuhan Haymarket.
Tiga tahun kemudian, tahun 1889 Konferensi Internasional Sosialis menetapkan demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat dan Kanada serta Insiden Haymarket sebagai momentum perjuangan para buruh.
Dari sanalah awal mula aksi 1 Mei 1886, dan sejak saat itu Hari Buruh diperingati di seluruh dunia pada tanggal 1 Mei.











