- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
- Pemkab Cianjur Perkuat Komitmen Anti-Korupsi Melalui Kode Etik dan TPP
- Kejari Cianjur Perkuat Integritas Pengelola Madrasah melalui Pencerahan Hukum
- DTPHP Cianjur Perkuat Kesiapan Koperasi Merah Putih Lewat Sinergi Pertanian
Sedunia Merayakan Hari Angklung, Google Tampilkan Doodle Khusus
Reporter: Arsila Fadwi
.png)
Keterangan Gambar : Hari Angklung Sedunia Google Doodle (Google)
pinusnews.id Bandung- Tidak banyak yang tahu
bahwa hari ini (16/11) diperingati sebagai hari angklung sedunia.
Seperti yang diketahui, UNESCO telah
menetapkan bahwa angklung secara resmi menjadi warisan budaya dunia pada tahun
2010.
Tepatnya angklung dinobatkan oleh UNESCO
sebagai warisan budaya asli Indonesia pada (16/11/2010) di Nairobi, Kenya.
Baca Lainnya :
- H. Asep Pedagang Pasar Induk : Gelar Pangan Murah Lebih Bagus di Wilayah Kecamatan
- Baru Diresmikan Bupati, Starbucks Disidak, Lalu Disegel Aparat
- Ribut di Turnamen Futsal, Guru SD Hajar Guru SMP
- Dandim 0608/Cianjur dan Ketua Persit KCK Sosialisasikan Pupuk Bios 44 kepada Masyarakat
- FK2DKM Punya Pengurus Baru, Bupati : Dorong Masyarakat Makmurkan Masjid
Laman Google pada hari ini secara khusus
menampilkan ilustrasi doodle enam orang yang sedang memegang angklung. Dengan
tampilan yang ceria, pengguna dapat melihat gambar tersebut saat menuju laman
depan mesin pencarian.
Dalam ilustrasi tersebut menggambarkan enam
orang anak yang masing-masing memegang angklung namun dengan latar belakang
yang berbeda-beda. Namun pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni bermain
angklung untuk menjaga warisan budaya Nusantara.
Kemudian bagaimana
dengan sejarah angklung itu sendiri?
Kata 'angklung'
sendiri berasal dari bahasa sunda 'angkleung-angkleungan' yang berarti gerakan
pemain angklung dan suara 'klung' yang dihasilkannya.
Sedangkan secara
etimologis, angklung berasal dari kata 'angka' yang berarti nada, dan 'lung'
yang berarti pecah.
Dilansir dari laman
Kemnenterian Pendidikan dan Kebudayaan, angklung merupakan alat musik
tradisional yang berasal dari tanah sunda yang terbuat dari bambu.dan dimainkan
dengan cara digoyangkan.
Dilansir dari laman
kompas.com, angklung diketahui ada sejak zaman Kerajaan Sunda, dan telah
dimainkan sejak abad ke-7.
Angklung memiliki
sejarah yang cukup panjang hingga dapat diakui oleh UNESCO. Dilansir dari laman
resmi UNESCO, komite UNESCO mengadakan pertemuan Fifth Session of the
Intergovernmental Committee (5.COM) sebelum mengakui angklung sebagai warisan
dunia asli Indonesia.
Pertemuan tersebut
diadakan di Nairobi, Kenya pada tanggal 15-19 November 2010. Indonesia
mengusulkan angklung untuk masuk ke dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya
Takbenda Kemanusiaan (Representative List of the Intangible Cultural Heritage
of Humanity).
Dari hasil pertemuan
tersebut UNESCO menetapkan angklung sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia
tepat pada 16 November 2010.
Bukan tanpa alasan
angklung diakui sebagai warisan dunia asli Indonesia. Sebab angklung dinilai
telah memenuhi kriteria-kriteria dan diakui sebagai warisan Budaya Takbenda
Kemanusiaan asal Indonesia.
Sampai saat ini, angklung
masih dimainkan oleh masyarakat dan menjadi warisan budaya Indonesia yang masih
dilestarikan.
Pada hari ini pengguna dapat mencari informasi terkait angklung dengan mengklik gambar Google Doodle di halaman pencarian.
Editor: Arsila Fadwi











