- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Santunan JKM ASN Peduli: Komitmen Cianjur Lindungi Pekerja Rentan

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didamping Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Denny Widia Lesmana, menyerahkan santunan kepada ahli waris almarhumah Teti Rosmiati dan almarhum Agus Salim.
Pinusnews.id - Pada Rabu, 28 Januari 2026, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian secara simbolis menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) ASN Peduli kepada ahli waris pekerja rentan di Ruang Rapat Bupati. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Cianjur terhadap perlindungan sosial ketenagakerjaan. Dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Denny Widia Lesmana beserta jajaran BPJS Ketenagakerjaan, penyerahan santunan difokuskan pada ahli waris almarhumah Ibu Teti Rosmiati dan almarhum Bapak Agus Salim, dua pekerja rentan yang meninggal dunia.
Kinerja gemilang Disnakertrans Kabupaten Cianjur menjadi tulang punggung keberhasilan program ini. Di bawah kepemimpinan Denny Widia Lesmana, dinas ini tak hanya mendampingi penyerahan santunan, tapi juga memastikan program JKM ASN Peduli berjalan lancar dari identifikasi penerima hingga distribusi bantuan. Kolaborasi erat dengan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan profesionalisme Disnakertrans dalam menjangkau pekerja informal, yang sering terpinggirkan dari jaring pengaman sosial. Upaya ini mencerminkan dedikasi dinas untuk memperluas cakupan perlindungan bagi ribuan pekerja di Cianjur.
Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk melindungi seluruh pekerja, baik formal maupun informal. Dalam sambutannya, ia menyoroti bahwa pekerja sektor informal membutuhkan perhatian lebih intensif sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
- Pelaku UMKM PT. Bukit Naga Mas, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cianjur
- Oknum Berinisial S, Pegawai Satpol PP Cianjur Diduga Lakukan Penipuan
“Program ini membuktikan bahwa pemerintah daerah hadir untuk masyarakat Cianjur, khususnya dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja dan keluarganya,” ungkapnya dengan penuh keyakinan, menandai betapa program ini telah menjadi prioritas utama pemerintahan daerah Cianjur.
Peran strategis Disnakertrans semakin menonjol dalam mengintegrasikan program JKM ke dalam ekosistem ketenagakerjaan lokal. Dinas ini tidak hanya bertindak sebagai fasilitator, tapi juga inovator yang memetakan kebutuhan pekerja rentan melalui data akurat dan koordinasi lintas instansi.
Hasilnya, santunan ini tak hanya memberikan keringanan finansial bagi ahli waris, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan sosial. Kinerja Denny Widia Lesmana dan timnya patut diapresiasi karena berhasil menjadikan Cianjur sebagai contoh bagi daerah lain di Jawa Barat.
Bupati Ferdian berharap program santunan JKM ASN Peduli dapat dilanjutkan secara berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi penerima di masa depan. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Disnakertrans, BPJS Ketenagakerjaan, dan seluruh pihak terkait atas peran aktif mereka. Langkah ini memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat Cianjur, di mana perlindungan pekerja menjadi pondasi utama pembangunan.
Program JKM ASN Peduli bukan akhir, melainkan awal dari era perlindungan sosial yang lebih inklusif di Cianjur, memastikan tak ada pekerja rentan yang terlupakan. (dens).











