- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
- Nelayan Pantai Jayanti Kembali Melaut, Satpolairud Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
- Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat Kesiapan Hadapi Kemarau dan El Nino
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
- Nelayan Pantai Jayanti Kembali Melaut, Satpolairud Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
Revitalisasi Pendidikan Cianjur: Langkah Strategis Menuju SDM Unggul di Era Kompetitif

Keterangan Gambar : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti, didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Wakil Bupati Ramzi, meresmikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - Pada Sabtu, 31 Januari 2026, SMK Kesehatan Cianjur menjadi saksi bisu peristiwa bersejarah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Wakil Bupati Ramzi, meresmikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kabupaten Cianjur.
Secara simbolis, peresmian ini menandai komitmen pemerintah pusat untuk merevitalisasi infrastruktur pendidikan dari jenjang TK hingga SLB, termasuk SD, SMP, SMA, dan SMK. Inisiatif ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan fondasi strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global.
Program revitalisasi ini lahir dari visi Kementerian Pendidikan untuk meningkatkan kualitas sarana prasarana sekolah. Fasilitas yang lebih baik diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga mengasah keterampilan praktis sesuai tuntutan zaman. Kehadiran Menteri Abdul Mu’ti langsung menegaskan prioritas nasional ini terhadap daerah seperti Cianjur, yang kaya potensi tapi sering terkendala infrastruktur.
Baca Lainnya :
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
- Pelaku UMKM PT. Bukit Naga Mas, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cianjur
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyambut hangat inisiatif ini. Dalam sambutannya, ia menyatakan,
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Cianjur dan seluruh masyarakat, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Abdul Mu’ti atas kehadiran dan perhatian luar biasa terhadap pengembangan pendidikan di Cianjur. Kami berharap dukungan ini menjadi motivasi bagi seluruh guru dan tenaga pendidik untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta melahirkan generasi muda yang cerdas akademik, berakhlak mulia, dan siap menghadapi kebutuhan zaman."
Ucapan Bupati Wahyu tersrbut mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, di mana Cianjur siap memaksimalkan peluang untuk transformasi pendidikan.
Di lain pihak, Menteri Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pemanfaatan optimal program ini. Ia menyampaikan,
"Kami berharap fasilitas yang telah direvitalisasi ini dimanfaatkan secara maksimal oleh semua pihak, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas. Ini akan mendorong peningkatan kompetensi peserta didik, menjadikan mereka SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional."
Visi Menteri ini selaras dengan agenda Merdeka Belajar, di mana infrastruktur bukan tujuan akhir, tapi alat untuk membangun karakter dan kompetensi siswa.
Peresmian di Cianjur ini bukan hanya ritual seremonial, melainkan tonggak awal revolusi pendidikan lokal. Dengan dukungan penuh dari pusat dan semangat lokal, Kabupaten Cianjur berpotensi melahirkan generasi emas yang siap menyongsong 2045. Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi semua stakeholder—guru, orang tua, dan pemerintah—untuk menjaga momentum ini tetap hidup. (dens).











