- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Respons Optimal Dinkes Cianjur Selamatkan Korban Serangan Anjing Ganas

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Insiden tragis serangan segerombolan anjing liar terhadap seorang anak perempuan berusia 7 tahun di Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, menjadi pengingat akan ancaman kesehatan masyarakat di pedesaan.
Namun, di balik kejadian memilukan itu, kinerja luar biasa Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur menonjol sebagai contoh penanganan medis yang cepat, tepat, dan berkelanjutan. Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, memimpin timnya dengan komitmen penuh, memastikan korban tidak hanya selamat, tapi juga pulih secara optimal berkat protokol kesehatan yang ketat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan memastikan kondisi korban penyerangan anjing terhadap seorang anak perempuan berusia 7 tahun di Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, saat ini dalam keadaan stabil.
Baca Lainnya :
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
- Pelaku UMKM PT. Bukit Naga Mas, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cianjur
“Penanganan kesehatan tetap kami lakukan secara optimal, termasuk pemberian vaksin. Korban sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan saat ini dalam pemantauan Puskesmas setempat,” ujarnya kepada wartawan, Senin 2 Februari 2026.
Respons ini mencerminkan kesiapan Dinkes Cianjur yang luar biasa: dari intervensi awal di rumah sakit hingga transisi mulus ke pemantauan komunitas di Puskesmas, semuanya dirancang untuk meminimalkan risiko komplikasi jangka panjang.
Meski hasil laboratorium menunjukkan negatif rabies—sebuah kabar gembira—Dinkes tidak main-main dengan pengawasan pasca-perawatan. Menurutnya, meski hasil laboratorium negatif rabies, pemantauan terhadap korban tetap dilakukan untuk memastikan tidak muncul gejala lanjutan.
“Ciri rabies biasanya ditandai dengan ketakutan terhadap cahaya dan air. Sejauh ini kondisi korban stabil. Pemantauan akan dilakukan selama 7 sampai 14 hari ke depan,” jelasnya.
Pendekatan proaktif ini menunjukkan expertise Dinkes Cianjur dalam mengantisipasi gejala rabies yang licik, memastikan korban dan keluarganya terlindungi sepenuhnya. Kinerja mereka tidak hanya menyelamatkan satu nyawa, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan lokal.
Dukungan dari pihak lain turut memperkuat pemulihan korban. Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saripudin, mengatakan kondisi korban terus membaik berkat penanganan medis dan dukungan dari berbagai pihak.
“Alhamdulillah kondisi korban semakin membaik. Dugaan awal, korban membawa bungkusan berisi makanan sehingga memicu beberapa ekor anjing mengejarnya. Korban panik dan akhirnya diserang,” katanya.
Pemerintah desa juga aktif menangani aspek sosial-ekonomi, mengingat keluarga korban tergolong kurang mampu. Dia menambahkan, pihak desa turut memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban yang secara ekonomi tergolong kurang mampu. Oleh karena itu, desa membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan.
“Kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin membantu. Bisa langsung datang ke rumah korban, dan pihak desa siap memfasilitasi,” kata Ahmad.
Pada akhirnya, peristiwa ini menjadi bukti betapa krusialnya sinergi antara dinas kesehatan dan komunitas lokal. Kinerja Dinkes Cianjur yang optimal—dari vaksinasi cepat hingga pemantauan berkelanjutan—telah mengubah tragedi potensial menjadi kinerja pemulihan sukses, menginspirasi upaya pencegahan serupa di masa depan. (dens).











