- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
- Jamsostek Award 2026: Bukti Nyata Kinerja Disnakertrans Cianjur dalam Melindungi Nasib Buruh
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Integritas dan Komitmen Pelayanan Publik
- Pelantikan dan Pelatihan PMR Cianjur di Cibodas Jadi Momentum Kepemudaan
- Disdikpora Cianjur Tegaskan Profesionalisme ASN Lewat Penegakan Aturan
Rembug Warga Songgom: Jembatan Sinergi Bupati Cianjur dengan Aspirasi Masyarakat

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, saat acara Rembug Warga di Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - Pada Jumat, 19 Desember 2025, Lapangan Upacara SD Negeri Songgom 3 di Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, menjadi saksi kehadiran Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian. Kegiatan Rembug Warga ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum langka di mana pemimpin daerah turun langsung ke pelosok desa, disambut hangat oleh warga, Forkopimcam Gekbrong, kepala desa, perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat setempat.
Sambutan meriah itu menandakan betapa dekatnya pemerintah dengan rakyatnya, di mana Kepala Desa Songgom membuka acara dengan menyampaikan kondisi wilayah serta aspirasi masyarakat—isu krusial seperti pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang menjadi harapan bersama.
Puncak kegiatan terletak pada seremoni simbolis penyerahan bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan riil warga. Bupati Ferdian menyerahkan batik untuk RT/RW sebagai simbol kebanggaan budaya lokal, santunan bagi ahli waris BPJS Ketenagakerjaan untuk meringankan beban keluarga duka, bibit sayuran serta alat pertanian untuk kelompok tani guna mendongkrak produktivitas, serta santunan lansia dan anak yatim yang mencerminkan komitmen sosial.
Baca Lainnya :
- Awas Hati-Hati, Ada Oknum Satpol PP Cianjur Lakukan Penipuan
- Kontes Burung Bergengsi di Pendopo Tumaritis Cianjur
- Dishub Cianjur Pasang CCTV di 8 Titik, 24 Jam Pantau Lalu-Lintas
- Geger, di Sebuah Kosan seorang Pria Meninggal, yang Wanita Kritis
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
Tak berhenti di situ, ia juga menyerahkan BKB Kit untuk Posyandu Cendrawasih 8 dan bantuan KRS, langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan dari tingkat rumah tangga hingga komunitas. Gestur ini bukan hanya bantuan materi, tapi juga pesan bahwa pemerintah hadir sebagai mitra, bukan sekadar pemberi.
Dalam sambutannya, Bupati Ferdian menegaskan esensi rembug warga sebagai sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
"Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan." tuturnya.
Bupati Wahyu juga menegaskan bahwa pembangunan bukan top-down semata, melainkan kolaboratif. Ferdian juga pernah menyatakan dalam kesempatan serupa.
"Kita harus mendengar suara desa agar program pemerintah tepat sasaran, karena rakyat yang tahu masalahnya paling dalam," imbuhnya.
Pendekatan ini selaras dengan semangat desentralisasi di Indonesia, di mana dialog langsung mencegah kebijakan yang terputus dari realitas lapangan.
Usai sambutan, Bupati meninjau layanan terpadu di lokasi—mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, keluarga berencana, khitanan, perizinan, UMKM, hingga posyandu—yang menunjukkan integrasi layanan publik dalam satu titik akses.
Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama, momen kebersamaan yang mempererat ikatan emosional antara pemimpin dan rakyat. Di balik hiruk-pikuk acara, rembug ini mengingatkan kita bahwa pembangunan sejati lahir dari kedekatan, bukan jarak. Di Desa Songgom, Bupati Ferdian telah membangun jembatan itu, menjanjikan masa depan yang lebih inklusif bagi Cianjur. (dens).











