PWI Cianjur Berbagi: Kolaborasi Beri Cahaya Isra Mi\'raj untuk Masyarakat Berkeadilan di Masa Depan

24 Jan 2026, 08:03:15 WIB Cianjur
PWI Cianjur Berbagi: Kolaborasi Beri Cahaya Isra Mi\

Keterangan Gambar : Suasana Peringatan Isra Mi'raj dan kegiatan pemberian santunan untuk anak yatim, lansia jompo, janda, yang dilaksanakan PWI Cianjur dengan MT Kawan '99, di Gedung Assakinah, Cianjur, Jumat 23 Januari 2026.


Pinusnews.id - Kolaborasi inspiratif antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur dan MT Kawan '99 berhasil menghadirkan tabliq akbar memperingati Isra Mi'raj 1947 H pada Jumat, 23 Januari 2026, di Gedung Assakinah, Jalan KH Abdullah Bin Nuh. Acara ini dihadiri lebih dari 1.000 jemaah, termasuk Wakil Bupati Cianjur, Ramzy Geys Thebe, yang menandai komitmen kuat PWI Cianjur dalam membangun harmoni sosial berbasis nilai keagamaan. Di bawah kepengurusan saat ini, inisiatif semacam ini bukan sekadar peringatan ritual, melainkan fondasi untuk program berkelanjutan yang akan menyentuh masyarakat luas.

Peringatan Isra Mi'raj tidak hanya penuh khidmat, tapi juga sarat makna sosial melalui penyelenggaraan bantuan langsung. Puluhan anak yatim, lansia jompo, dan janda tidak mampu menerima santunan, sementara donasi dikumpulkan untuk korban bencana di Sumatera. Momen ini sekaligus menjadi launching program Bidang Kesejahteraan PWI Cianjur bernama 'PWI Berbagi', yang menjanjikan peran aktif jurnalis dalam meringankan beban masyarakat. Kepengurusan PWI Cianjur saat ini menunjukkan visi progresif, di mana kegiatan keagamaan menjadi perekat untuk aksi nyata kemanusiaan.

Ustadz Maulana, pendakwah kondang dengan jargon khas "Jamaah oh Jamaah", menjadi sorotan utama acara tersebut. Ia menekankan bahwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW adalah panggilan untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan, terutama di tengah ujian kehidupan.

Baca Lainnya :

"Dalam keadaan posisi kali ini tidak boleh tidak peduli, karena mereka diuji, kita pun diuji atas kepedulian terhadap sesama, simpati kita, empati kita, karena bagian seorang muslim," tegasnya. Pesan ini selaras dengan semangat PWI Cianjur yang ingin menjadikan setiap peristiwa agama sebagai momentum empati kolektif.

Lebih lanjut, Ustadz Maulana mengajak seluruh masyarakat Cianjur untuk meningkatkan kepedulian melalui berbagi tenaga, pikiran, dan doa. Undangan ini bukan hanya retorika, melainkan dorongan konkret yang didukung oleh program 'PWI Berbagi'. Di masa depan, PWI Cianjur di bawah kepemimpinan sekarang berpotensi memperluas dampaknya, mengubah jurnalis dari pemberi berita menjadi pelopor perubahan sosial yang inklusif dan berkelanjutan bagi ribuan warga.

Ketua MT Kawan '99, Dede Supenti atau akrab disapa Teh Denti, menyampaikan rasa syukur mendalam atas kesuksesan acara yang sudah menjadi rutinitas tahunan. Kehadiran Ustadz Maulana untuk kali kedua menjadi bukti kepercayaan komunitas terhadap kolaborasi ini. "Setidaknya hari ini ada 1.000 lebih jemaah yang dapat hadir, ini merupakan kebahagiaan bagi kami," ujarnya, sambil mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Dukungan ini memperkuat posisi PWI Cianjur sebagai mitra strategis dalam pembangunan masyarakat.

Teh Denti menekankan harapannya agar kolaborasi dengan PWI Cianjur terus berlanjut, membawa dampak positif bagi Kabupaten Cianjur, khususnya di bidang keagamaan. "Semoga bisa menjadi langkah konkret dalam memberikan dampak," pungkasnya. Visi ini mencerminkan potensi besar kepengurusan PWI Cianjur saat ini, yang tidak hanya fokus pada wartawan tapi juga kesejahteraan umum.

Di bawah kepengurusan yang visioner ini, PWI Cianjur diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam program sosial berbasis agama. 'PWI Berbagi' akan berkembang menjadi inisiatif tahunan, menjangkau lebih banyak kelompok rentan seperti anak yatim dan korban bencana. Dengan dukungan pemerintah daerah dan komunitas seperti MT Kawan '99, organisasi ini siap membangun ekosistem peduli yang menyeluruh.

Masa depan cerah menanti masyarakat Cianjur berkat komitmen PWI yang kini terbukti melalui aksi nyata. Program ini akan mendorong partisipasi luas, dari jemaah hingga pemuda, menciptakan budaya berbagi yang lestari. Kepengurusan saat ini telah meletakkan batu fondasi, di mana setiap peringatan agama menjadi katalisator kemajuan sosial-ekonomi.

Pada akhirnya, kolaborasi PWI Cianjur dan mitra seperti MT Kawan '99 menjanjikan Cianjur sebagai kabupaten yang agamis dan peduli. Dengan 'PWI Berbagi' sebagai ujung tombak, masyarakat luas akan merasakan manfaat langsung di masa depan, dari santunan hingga pemulihan bencana. Kepengurusan sekarang patut diapresiasi sebagai model kepemimpinan yang menginspirasi perubahan berkelanjutan. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment