- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Presiden Prabowo: MBG, Kesehatan Gratis, dan Pendidikan untuk Kesejahteraan Bangsa

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Pinusnews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemerataan pendidikan, telah menunjukkan capaian nyata sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Kepala Negara menyampaikan bahwa seluruh kebijakan tersebut dijalankan secara terintegrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.
Kepala Negara mengungkapkan dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026 bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berkembang pesat dan menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Negara juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Program tersebut menciptakan ekosistem usaha dan lapangan kerja di berbagai daerah.
Baca Lainnya :
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
- Pelaku UMKM PT. Bukit Naga Mas, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cianjur
“Dan MBG kita ini sudah sampai 60 juta hari ini. Kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026. Paling lambat. Dengan kondisi sekarang saja, hari ini, MBG telah ada dapur ya, SPPG yang sudah operasional 22.275 dapur operasional. Dalam proses penilaian dan pengajuan, 13.829. Dengan 22.000 saja, sekarang menciptakan lapangan kerja 1 juta, 22.000 x 50 orang yang digaji tiap hari,” ungkap Presiden Prabowo.
Di sektor kesehatan, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat. Pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu program unggulan yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat. “70 juta rakyat kita sudah dicek kesehatan gratis. Pertama kali dalam sejarah,” imbuh Kepala Negara.
Dalam bidang pendidikan, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah. Pemerintah memastikan distribusi bantuan dan fasilitas pendidikan menjangkau seluruh sekolah, termasuk di daerah tertinggal.
“Saudara bisa lihat hasil-hasil kita yang lain, 282.180 sekolah telah menerima Interactive Flat Panel. Tahun ini sudah selesai. Hampir semua sekolah termasuk yang terluar dan yang terpencil, yang tertinggal sudah menerima. Di pulau-pulau terpencil, di gunung-gunung tertinggi mereka sudah punya panel interaktif,” ujar Presiden.
Selain itu, Kepala Negara juga menyoroti langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Konsolidasi aset negara melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dilakukan untuk memastikan pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang.
“Kita telah bentuk dana Sovereign Wealth Fund. Saya telah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam satu manajemen, satu pengelolaan, yang nilainya adalah 1 triliun USD. Lengkapnya adalah 1.040 miliar dolar asset under management,” ucap Presiden Prabowo.
Menutup paparannya, Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja secara konsisten dan disiplin. Seluruh capaian dan kebijakan diarahkan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan bangsa. (tim dens).











