- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Pranata Humas Penting Miliki Daya Kreativitas Tak Bisa Gantikan Akal Imitasi

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Tugas pranata humas yang memiliki daya kreativitas tidak bisa tergantikan oleh akal imitasi (AI). Pranata humas harus terus berpikir kreatif demi menciptakan hubungan emosional yang baik dengan masyarakat dalam kerja pelayanan informasi.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Viky Edya Martina dalam pembukaan kegiatan Forum Kehumasan Jabar di Kabupaten Purwakarta, Kamis (5/12/2024).
Viky menuturkan bahwa tugas keseharian pranata humas pada dasarnya merupakan gabungan antara kerja pelayanan informasi serta menjadi bagian dari fungsi kreatif.
Baca Lainnya :
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
"Karena membangun dan mengelola reputasi instansi diperlukan sisi out of the box, salah satunya melalui kemampuan bercerita dengan narasi dan visual yang atraktif guna meningkatkan keterlibatan masyarakat," katanya.
Viky juga menyebut, pranata humas harus kreatif dalam memanfaatkan isu atau tren yang sedang populer untuk memasukkan informasi pemerintah dengan cara yang relevan dan tepat waktu.
Di sisi lain, pranata humas perlu penyeimbang antara sisi komedi, kode etik profesi, juga kehormatan instansi pemerintah.
"Sejauh mana humas dapat menempatkan unsur komedi dalam konten informasi pemerintah, juga sejauh mana pranata humas dapat larut dalam konten-konten viral dan riding the wave pada tren," ungkapnya.
Menurut Viky, hal tersebut akan menjadi pembahasan menarik dalam sesi IKP Talk Series 19 dengan tema "Konten Komedi dan Penulisan Kreatif", yang merupakan rangkaian acara dalam Forum Kehumasan.
Forum Kehumasan Jawa Barat 2024 digelar untuk membangun soliditas, mengakselerasi kerja sama kreatif kehumasan guna memperluas jangkauan informasi pemerintah melalui strategi komunikasi, serta kerja kolaborasi kehumasan untuk menciptakan karya komunikasi yang unik dan menarik.
"Kegiatan kehumasan merupakan hasil kerja kreatif yang berdampak luas membangun kepercayaan publik. Selain efektif, kita perlu menyampaikan pesan-pesan positif dan capaian kerja pemerintah dengan kemasan kreatif," tegasnya.
Kerja kreatif tersebut saat ini bisa disampaikan melalui media sosial, media massa, maupun melalui interaksi langsung dengan publik.
Sementara itu Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) Septiawan Santana menuturkan, penulisan kreatif adalah tulisan yang dibuat menarik dan out of the box. Tulisan kreatif penting karena untuk berkomunikasi atau menyampaikan informaai publik.
"Kalau tulisan biasa cenderung terasa sebagai perintah atau monolog saja," terang Septiawan dalam paparannya pada IKP Talks Series 19.
Tulisan kreatif itu, tambah Setiawan, harus mudah dipahami dan menggugah emosi masyarakat.
"Tidak hanya menyampaikan fakta, tapi harus menggugah emosional agar mudah dipahami. Informasi yang disampaikan secara kreatif harus dapat melibatkan masyarakat dan menjadi jembatan yang menghubungkan pemerintah dengan masyarakat," ungkap Setiawan.
Forum Kehumasan Jawa Barat berlangsung di Prime Plaza Hotel Purwakarta, dari tanggal 5-6 Desember 2024, dengan menghadirkan narasumber dari unsur akademisi dan standup Indo Bandung.
Peserta Forum Kehumasan Jabar adalah para para pranata humas dan admin media sosial di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. (tim-dens).











