- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
- Nelayan Pantai Jayanti Kembali Melaut, Satpolairud Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
- Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat Kesiapan Hadapi Kemarau dan El Nino
Potensi Jabar Selatan Cukup Besar, Investasinya Masih Kecil

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Investasi di sebagian Jawa Barat wilayah Selatan relatif masih kecil, padahal potensinya cukup besar. Hal itu diungkapakn Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Nining Yulistiani, saat membuka Forum OPD PMPTSP se-Jabar di Kota Bandung, belum lama ini. Menurut Nining, kabupaten/kota yang terbilang masih kecil volume investasinya antara lain Kabupaten Pangandaran, Kota Sukabumi, Kota Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.
"Bukan karena daerah ini tidak punya potensi untuk investasi, tetapi belum dioptimalkan, seperti bidang kemaritiman, perkebunan dan pertanian. Potensinya cukup besar terutama untuk program hilirisasi," kata Nining.
Oleh karena itu, melalui Forum OPD bidang PMPTSP, Nining berharap dirumuskan formula percepatan investasi di Jabar ke depan, terutama di daerah Jabar Selatan tersebut.
Baca Lainnya :
- UMK 2021 Tak Naik, Ribuan Buruh di Cianjur Unjuk Rasa
- Sebanyak 7.978 Personel Pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Jabar
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
- Atas Nama KPU Cianjur, PPS Desa Tanjungsari Lantik Anggota KPPS
- Ada Apa? LSM Gagak Unras Kemenag Cianjur
"Pertemuan ini diharapkan bisa mensinkronkan program kerja di bidang investasi. Mengingat target capaian pertumbuhan ekonomi nasional sampai 2029 sebesar 8 persen. Investasi adalah komponen yang sangat penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar itu. Kita akan terus dorong peningkatan investasi yang berkualitas dan inklusif," ungkapnya.
Direktur Tata Kelola Hilirasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Ahmad Faisal yang menjadi salah satu pembicara menyebutkan bahwa Jawa Barat, dengan potensinya yang cukup besar sangat mungkin menjadi daerah yang terus menjadi nomor satu investasinya di Indonesia.
"Luar biasa, Jawa Barat dengan segala potensinya, baik kekayaan alam mapun SDM. Memang ada beberapa bahan tambang yang tidak dimiliki Jabar seperti Nikel, tetapi dalam program hilirisasi, pabrik pengolahan nikel berpotensi justru di Jabar, karena salah satu kegunaan nikel adalah dalam pembuatan baterai kendaraan listrik. Sementara pabrik kendaraan listriknya ada di Jabar. Tentu saja pabrik pembuatan baterai akan mendekati pabrik pembuatan kendaraannya," ujar Faisal.
Pembicara lain dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Firaldi Akbar mengungkapkan komitmennya untuk bersama-sama dengan pemerintah, meningkatkan investasi.
"Kita bersama-sama, tetapi harus konkrit, jangan setiap program berhenti sampai MoU. HIPMI berkomitmen menggerakan potensi yang ada HIPMI," ungkapnya. (Pun-dens).











