- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Pesantren Pra-sarjana STAI Al-Azhary Cianjur
Kupas Kiprah K.H. Abdullah bin Nuh dalam Dunia Pendidikan

Keterangan Gambar : Foto Istimewa
PinusNews- Cianjur – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhary Cianjur menggelar kegiatan Pesantren Prasarjana Angkatan ke-XI pada Kamis, 22 Mei 2025 bertepatan dengan 24 Dzulqa’dah 1446 H. Salah satu materinya berkaitan dengan Pemikiran dan Kiprah K.H. Abdullah bin Nuh dalam Pendidikan dengan menghadirkan K.H. Muhamad Mustofa, ABN sebagai narasumber yang merupakan anak dari KH. Abdullah Bin Nuh.
Dalam pemaparannya, K.H. Muhamad Mustofa ABN mengawali dengan mengangkat keutamaan majlis ilmu sebagai taman-taman surga yang menjadi jalan peningkatan derajat manusia. Beliau menekankan pentingnya ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yang tidak hanya menambah pengetahuan tetapi juga memperhalus akhlak dan menumbuhkan kedekatan kepada Allah SWT.
"Ilmu yang bermanfaat akan mengangkat derajat, sedangkan ilmu yang tidak bermanfaat akan membawa pada kehinaan, sebagaimana iblis yang terjerumus karena kesombongannya," tutur beliau.
Baca Lainnya :
- Petugas Perekaman Disdukcapil Cianjur Terjun ke Kecamatan dan Desa
- Karena tak Pakai Masker, Puluhan Warga Cugenang Terjaring Razia
- Melihat Pesantren Al-Kautsar Cianjur Cetak Generasi Unggul, Ini Program Kurikulum Jitunya
- Bagikan Ribuan Masker Usai Peringati HKN
- Secara Kontinyu, Polsek Campaka Semprotkan Disinfektan di Titik Rawan Penyebaran Covid-19
Lebih lanjut, beliau menyebutkan tiga kriteria ilmu yang bermanfaat:
1. Ilmu yang membuat seseorang semakin shaleh.
2. Ilmu yang mampu mempertajam mata batin dalam membedakan antara hak dan batil.
3. Ilmu yang menghantarkan pada ma'rifat, dengan puncaknya adalah mengenal Allah SWT.
Dalam sesi tersebut, K.H. M. Mustofa ABN juga mengulas ajaran penting dari K.H. Abdullah bin Nuh, khususnya dalam karyanya Ana Muslimun Suniun Syafi’un. Kitab tersebut memuat penguatan terhadap tiga pilar agama: iman, Islam, dan ihsan—yang masing-masing dijaga melalui ilmu tauhid, ilmu fiqih, dan ilmu tasawuf. Meski K.H. Abdullah bin Nuh bermazhab Syafi’i, beliau tidak menanamkan fanatisme madzhab, melainkan menanamkan sikap toleransi dan pemahaman lintas madzhab.
Pesantren Prasarjana ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi para mahasiswa untuk lebih mengenal sosok ulama besar seperti K.H. Abdullah bin Nuh serta meneladani kontribusinya dalam dunia pendidikan Islam yang inklusif dan mendalam (As)
Video Terkait:











