- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
- Bupati Wahyu: Koperasi Pilar Utama Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Cianjur
- Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026
- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
Pemkab Cianjur Belum Perbaiki SD Majumulya Sindangbarang, Murid Belajar di Kelas dan di Lantai

Keterangan Gambar : Para murid Sekolah Dasar Negeri Majumulya di Sindangbarang, Cianjur Selatan, tampak sedang belajar di lantai sekolah.
Pinusnews.id - Cita-cita, keinginan, dan harapan untuk mendapatkan kenyamanan belajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Majumulya, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur Selatan, sepertinya masih jauh dari kenyataan.
Akibatnya, sampai saat ini perbaikan gedung sekolah yang dijanjikan pemerintah belum juga terealisasi, hingga memaksa siswa itu belajar dengan sistem bergiliran di ruang kelas terbatas, dan belajar di lantai sekolah.
Kepala SDN Majumulya, Agus Rahadian, mengungkapkan kekecewaannya terkait hal ini. "Kami sudah beberapa kali mempertanyakan ke dinas terkait, bahkan survei pun sudah dilakukan. Tapi sampai sekarang belum ada kelanjutan," ujarnya pada Senin, 5 Oktober 2025.
Baca Lainnya :
- Info untuk Bupati Cianjur, 170 Rumah Tidak Layak Huni di Desa Tanjungsari Harus Cepat DibantuÂ
- Pulihkan Ekosistem, Komunitas Mancing BMWC Tanam Ribuan Benih Ikan
- Satpol PP Cianjur Sambut Tahun Baru dengan Operasi Miras
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
Keterbatasan ruang kelas membuat pihak sekolah harus membagi waktu belajar. Sebagian siswa masuk pagi, sementara lainnya belajar sore hari. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kualitas pembelajaran, terlebih saat ini para siswa tengah menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS).
Sekolah yang berlokasi di Kampung Sukamaju, Desa Jatisari, itu disebut mengalami kerusakan cukup parah, sehingga tidak layak untuk digunakan sepenuhnya. "Kasihan anak-anak, mereka butuh suasana belajar yang nyaman," tambah Agus.
Ketua Komite SDN Majumulya, Opik Sopian, juga menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, kondisi ini sudah menjadi keluhan bersama dari guru, siswa, hingga orang tua murid.
"Komite siap mendampingi dan bekerja sama, bahkan ikut menggalang partisipasi masyarakat jika diperlukan. Kami berharap semua pihak serius agar perbaikan segera direalisasikan demi masa depan anak-anak kita," pungkasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah, dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Dengan adanya kerja sama antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan perbaikan dapat segera direalisasikan dan siswa dapat belajar dalam lingkungan yang nyaman dan kondusif.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur. (tim dens).











