- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
Pasca Libur Panjang Sekolah Pengaruhi Harga Sayuran di Pacet Cianjur, Barang di Pasar Melimpah
Oleh : tim dens

Keterangan Gambar : Diantara para pedagang sayuran di wilayah Kecamatan Pacet, Cianjur.
Pinusnews.id - Harga sayuran di wilayah Pacet, Kabupaten Cianjur, masih belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan pasca libur panjang sekolah. Kondisi ini membuat para tengkulak dan petani sayur harus gigit jari, karena hasil panen yang melimpah tidak diimbangi dengan permintaan pasar.
Sutisna, tengkulak sayur asal Kampung Kayumanis, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, yang akrab disapa Cutis, mengungkapkan bahwa hampir satu bulan terakhir harga sayuran tetap labil. Menurutnya, setelah libur sekolah berakhir, daya beli masyarakat belum kembali normal.
“Dampak libur panjang sekolah kemarin masih terasa. Harga sayuran belum juga naik, malah cenderung turun karena barang di pasar melimpah, sementara pembeli sedikit,” kata Cutis saat ditemui di los sayuran Pacet, Minggu (3/8/2025).
Baca Lainnya :
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
- PLN ULP Tanggeung: Hindari Cuaca Ekstrem dan Jauhi Jaringan Listrik
- Pom Mini Hangus Terbakar dan Meledak di Sukaluyu
- Manajemen Qoha Ajak Patuhi Prokes 3M dan Konsumsi Air Minum Sehat
- Potensi Anak Didik SSB Yudhistira Cianjur Butuh Dilirik
Ia menjelaskan, saat ini pengiriman sayuran masih rutin dilakukan ke Pasar Induk Tangerang, Robinson, hingga Sukasari Bogor. Namun stok yang berlimpah di pasar membuat harga jadi tak stabil.
“Barang banyak, yang belanja sedikit. Ya otomatis kami yang rugi, mulai dari petani sampai tengkulak,” ujarnya.
Setiap harinya, Cutis mengaku mengirimkan antara 1,5 hingga 2 ton sayuran ke berbagai daerah, termasuk ke toko-toko modern dan suplier tetap. Adapun jenis sayuran yang dikirim antara lain:
Bawang: Rp8.000/kg
Sawi: Rp1.000/kg
Selada: Rp1.500/kg
Pakcoy: Rp1.500/kg
Brokoli: Rp6.000/kg
Kailan: Rp2.000/kg
Kiuri: Rp5.000/kg
Cukini: Rp3.000/kg
Lobak: Rp1.500/kg
Kol: Rp5.000/kg
Seledri: Rp5.000/kg
Daun Ketumbar: Rp5.000/kg.
Poling: Rp3.000/kg
Siomak: Rp4.000/kg
Ciwis: Rp3.000/kg
Poh-pohan: Rp5.000/kg
Para tengkulak berharap kondisi pasar segera membaik agar perputaran ekonomi petani kembali normal. “Kalau kondisi begini terus, petani bisa malas nanam, kita juga bingung modalnya dari mana,” pungkas Cutis.











