- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
Parah! Pantas IPM di Cianjur Rendah, Buktinya Masih Ada Siswa Belajar di Lantai Sekolah

Keterangan Gambar : Tampak para siswa belajar di lantai ruang sekolah, sedangkan plafon di atas keadaannya membahayakan.
Pinusnews.id - Parah, ruang kelas II SDN Sukaluyu 1, Desa Sukalulu, Kecamatan Sukaluyu kondisinya memprihatinkan. Pantas saja IPM di Kabupaten terendah di Jawa Barat.
Betapa tidak, 28 murid kelas tersebut harus belajar di lantai, ditambah ruang kelas tak memiliki plafon dengan kondisi genteng yang bisa jatuh kapan saja.
Sanuyah, wali kelas II SDN Sukaluyu 1 mengungkapkan, kelas tersebut sudah begitu keadaannya sejak tiga tahun terakhir.
Baca Lainnya :
- Mayora Kolaborasi Gandeng Pemerintah, Tanam 3000 Pohon di Cianjur
- Dian Nunang Muslim Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Desa TanjungsariÂ
- Tim Milenial Peduli Bebaskan Orang Dipasung
- Cegah Penularan Covid-19, Kodim 0608 Cianjur bersama NPCI Bagikan Ribuan Masker
- Truk dan Kendaraan Besar Dilarang Melintas Jalur Puncak Saat Libur Panjang
"Sudah tiga tahun kelas ini belajar tanpa bangku. Untuk keamanan murid pun, kita hanya pasang triplek di atas agar genteng yang jatuh tak langsung kena anak-anak," ungkapnya, Senin, 26 Agustus 2024.
Kekhawatiran memuncak jika hujan turun, kelas yang kerap bocor, membuat anak-anak mencari tempat yang tidak basah saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
Pihaknya pun telah beberapa kali mengajukan perbaikan ruang kelas, namun hingga kini, tak kunjung terealisasi.
"Sudah diajukan dari kemarin-kemarin, tapi belum ada (perbaikan) sampai sekarang," jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Arifin mengungkapkan, Kementerian PUPR sudah dua kali melakukan pengecekan ke SDN Sukaluyu 1.
"Sudah dua kali diperiksa, kita dorong juga dengan komunikasi agar ada percepatan. Mudah-mudahan ada realisasi pembangunan dalam waktu dekat," ungkapnya. (tim).











