- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
Parah! Pantas IPM di Cianjur Rendah, Buktinya Masih Ada Siswa Belajar di Lantai Sekolah

Keterangan Gambar : Tampak para siswa belajar di lantai ruang sekolah, sedangkan plafon di atas keadaannya membahayakan.
Pinusnews.id - Parah, ruang kelas II SDN Sukaluyu 1, Desa Sukalulu, Kecamatan Sukaluyu kondisinya memprihatinkan. Pantas saja IPM di Kabupaten terendah di Jawa Barat.
Betapa tidak, 28 murid kelas tersebut harus belajar di lantai, ditambah ruang kelas tak memiliki plafon dengan kondisi genteng yang bisa jatuh kapan saja.
Sanuyah, wali kelas II SDN Sukaluyu 1 mengungkapkan, kelas tersebut sudah begitu keadaannya sejak tiga tahun terakhir.
Baca Lainnya :
- Mayora Kolaborasi Gandeng Pemerintah, Tanam 3000 Pohon di Cianjur
- Dian Nunang Muslim Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Desa TanjungsariÂ
- Tim Milenial Peduli Bebaskan Orang Dipasung
- Cegah Penularan Covid-19, Kodim 0608 Cianjur bersama NPCI Bagikan Ribuan Masker
- Truk dan Kendaraan Besar Dilarang Melintas Jalur Puncak Saat Libur Panjang
"Sudah tiga tahun kelas ini belajar tanpa bangku. Untuk keamanan murid pun, kita hanya pasang triplek di atas agar genteng yang jatuh tak langsung kena anak-anak," ungkapnya, Senin, 26 Agustus 2024.
Kekhawatiran memuncak jika hujan turun, kelas yang kerap bocor, membuat anak-anak mencari tempat yang tidak basah saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
Pihaknya pun telah beberapa kali mengajukan perbaikan ruang kelas, namun hingga kini, tak kunjung terealisasi.
"Sudah diajukan dari kemarin-kemarin, tapi belum ada (perbaikan) sampai sekarang," jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Arifin mengungkapkan, Kementerian PUPR sudah dua kali melakukan pengecekan ke SDN Sukaluyu 1.
"Sudah dua kali diperiksa, kita dorong juga dengan komunikasi agar ada percepatan. Mudah-mudahan ada realisasi pembangunan dalam waktu dekat," ungkapnya. (tim).











