- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
Pantas IPM di Kabupaten Cianjur Terpuruk, Banyak Sekolah yang Rusak Berat

Keterangan Gambar : Keadaan ruang kelas SD Sindangsari yang rusak berat di Kampung Pajagan, Batulawang, Cipanas, Cianjur.
Pinusnews.id - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memang terpuruk. Ini akibat pemerintahnya seakan tidak peduli terhadap pembangunan sarana pra sarana sekolah. Contohnya, terdapat satu lokal ruang kelas SD Sindangsari yang berlokasi di Kampung Pajagan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, kondisinya memprihatinkan.
Selain itu satu ruangan dimanfaatkan staf dan guru sementara dua kelas lainnya dikosongkan karena rusak berat.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pendidikan (Wilsatdik) Cabang Kecamatan Cipanas, Saepuloh, membenarkan kondisi bangunan SD Sindangsari Batulawang keadaannya memprihatinkan.
Baca Lainnya :
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Panwascam Sukaluyu Lantik 170 Anggota PTPS
- 918 Burung Digantangkan, Kontes Burung di Pendopo Tumaritis Semarak Luar Biasa
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
- Jasad Nelayan Tengelam di Pantai Cigebang Cianjur Ditemukan
"Dua ruang kelas sudah lama dikosongkan. Dan pengajuan perbaikan gedung sudah beberapa kali, namun sampai sekarang belum ada realisasinya," kata Saepuloh seusai rapat bersama kepala sekolah di kantornya, belum lama berselang.
Sementara di lokasi, sejumlah guru tengah mengawasi 22 dari 170 anak didik SD Sindangsari Batulawang, yang tengah melangsungkan ujian Akreditasi Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di ruangan guru, yang menempati lokalan gedung rusak.
"Ujian ANBK dilaksanakan di ruangan guru karena keberadaan signalnya cukup bagus," ujar salah seorang guru.
Ia mengungkapkan minimnya murid di SDN Sindangsari Batulawang-Cipanas, efek dari minat warga di sekitar komplek sekolah untuk menyekolahkan anak sangatlah kurang.
"Pihak sekolah bersama komite telah bersosialisasi dengan jemput bola, untuk membujuk warga bersekolah namun tanggapannya lain," katanya. (tim).











