MPLS SMA Dar El Fikri: Cerita Ketua Pelaksana & Komdis Soal Persiapan dan Disiplin
Oleh : Arsila Fadwi

15 Jul 2025, 19:58:54 WIB Pendidikan
MPLS SMA Dar El Fikri: Cerita Ketua Pelaksana & Komdis Soal Persiapan dan Disiplin

Keterangan Gambar : Kegiatan MPLS hari pertama di SMA Dar El Fikri Cianjur


Pinusnews.id Cianjur — Suksesnya hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Dar El Fikri tak lepas dari kerja keras belasan siswa OSIS yang bertugas sebagai panitia. Dua di antaranya adalah Hanifa (16), ketua pelaksana MPLS, dan Devira (17), anggota Komisi Disiplin (Komdis). Keduanya berbagi kisah mengenai proses persiapan, tantangan, dan harapan untuk peserta didik baru.

Rundown, Proposal & Koordinasi Antardivisi

Hanifa menjelaskan bahwa penyusunan konsep dimulai jauh sebelum MPLS bergulir.

Baca Lainnya :

“Persiapannya banyak, Bu. Pertama kami bikin rundown acara, lalu dituangkan ke proposal. Setelah itu tiap divisi ditanya kebutuhannya apa saja,” jelasnya.

Sebagai ketua pelaksana, Hanifa rutin “memantau per divisi”—mengecek tugas yang sudah atau belum rampung. Ia bahkan turun membantu bagian sekretaris dan bendahara MPLS saat akan mencairkan dana dari bendahara sekolah.

 “Tanggung jawabnya gede. Apalagi beberapa koordinator divisi itu kakak kelas Hanifa, jadi masih agak sungkan kalau harus memberi instruksi,” tuturnya sambil tersenyum.

Tantangan & Kesan Pertama

Meski baru pertama kali memimpin MPLS, Hanifa mengaku puas melihat antusiasme peserta.

“Serumit itu memang mempersiapkannya, tapi senang kalau siswanya semangat. Sejauh ini kelihatannya mereka antusias,” katanya.

Ia berharap siswa baru mampu “menyesuaikan sikap” dengan budaya sekolah, cepat beradaptasi, dan kelak bisa mengembangkan sekolah lebih baik lagi.

 “Semoga mereka lebih baik dari kakak kelas sebelumnya dan bisa mengembangkan sekolah ini supaya makin diminati,” harap Hanifa.

Komdis: Tegas Tanpa Membentak

Sementara itu, Devira memegang peran penting dalam menjaga ketertiban.

 “Tugas Komdis mengamankan kedisiplinan: jam hadir, kelengkapan atribut, hingga ketertiban di ruang materi,” terangnya.

Pelanggaran paling sering, menurutnya, adalah keterlambatan, makan terlalu lambat saat istirahat, dan kegaduhan saat sesi materi. Metode penegakan disiplin tetap mengedepankan edukasi.

 “Kalau awal-awal sudah diingatkan tapi masih bandel, cowok push-up, cewek squat jump. Kami tegas, tapi nggak membentak,” jelas Devira.

Kadang cukup “diliatin” atau “dipelototin” saja agar siswa paham kesalahannya.

 “Kalau MPLS saja tidak tertib, nanti saat sekolah reguler mereka akan begitu juga,” tambahnya.

Pesan Devira untuk adik-adik kelasnya singkat namun jelas.

“Tetap semangat, jaga kedisiplinan, jangan menye-menye!”

Sinergi Siswa untuk Siswa

Baik Hanifa maupun Devira sepakat: keberhasilan MPLS sangat bergantung pada kekompakan panitia. “Solid dan komunikasi” menjadi kunci yang terus diingatkan pembina OSIS, Bapak Idris. Dengan pendekatan ramah namun tegas, para kakak kelas berharap mampu menanamkan rasa memiliki, kekeluargaan, dan kedisiplinan pada generasi baru SMA Dar El Fikri.

MPLS sendiri masih akan berlanjut hingga Rabu (16/07/2025) dengan rangkaian kegiatan edukatif dan kreatif—mulai dari senam, yel-yel, hingga materi kesehatan mental dan pembinaan karakter.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment