- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dan Kisah Perlawanannya
Reporter: Putri Sry

Keterangan Gambar : Istimewa (Dokumentasi Pribadi: Putri Sry / Pikiran Nusantara)
pinusnews.id Bandung- Sejarah menjadi bukti adanya perjuangan dan pengorbanan bangsa dalam membela kebebasan dan hak kemerdekaan dari tawanan penjajah. Begitupun Jawa Barat, dalam kendali penjajah rakyat Jawa Barat turut serta dalam mengembalikan hak-hak bangsa, khususnya penguasaan wilayah Jawa Barat. Perjuangan dan perlawanan yang dilakukan oleh Rakyat Jawa Barat dalam membela dan mempertahankan tanah air tentunya tidak hanya sekedar ucapan terima kasih saja. Maka tepat di Jalan Dipatiukur nomor 48 Bandung, dibuatlah sebuah monumen yang bernama Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.
Monumen yang populer disebut Monju merupakan bukti sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat dalam memperjuangkan kemerdekaan pada tahun 1945-1949. Monumen yang terbentang sepanjang 7,9 hektare ini dibangun sejajar dengan Gedung Sate yang berlokasi tak jauh dari Monju tepatnya bersebrangan di Jalan Diponegoro yang dipisahkan oleh alun-alun Gasibu dan monument Covid-19.
Monumen Perjuangan secara langsung diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Raden Nana Nuriana pada 23 Agustus 1995, dan sejak tahun 2010 monju dikelola oleh Arkeologi Sejarawan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat (BPKSNT).
Baca Lainnya :
- 7 Fakta Menarik Tentang Angklung yang Jarang Orang Tahu
- Yuk Naik Bandros, dan Nikmatin Keseruannya
- Sedunia Merayakan Hari Angklung, Google Tampilkan Doodle Khusus
- H. Asep Pedagang Pasar Induk : Gelar Pangan Murah Lebih Bagus di Wilayah Kecamatan
- Baru Diresmikan Bupati, Starbucks Disidak, Lalu Disegel Aparat
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat menjadi bentuk apresiasi terhadap para pahlawan dan pejuang yang bertaruh nyawa, dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan rakyat Jawa Barat pada masa penjajahan. Harapannya Monju menjadi bentuk pewarisan nilai sejarah para pejuang untuk generasi saat ini dan yang akan datang, tentang bagaimana tumpah darah rakyat dalam membela hak-hak dan tanah air.
Pada tahun 2021, area taman Monju di revitalisasi ulang oleh pemerintah Kota Bandung, dengan harapan memberikan wajah baru dan daya tarik agar lebih dikenali oleh masyarakat.
Saat ini, biasanya setiap akhir pekan Monumen perjuangan ramai dikunjungi oleh wisatawan maupun warga lokal, dengan area yang begitu luasnya pun menjadi tempat rekreasi dan edukasi. Pada hari Minggu banyak yang melakukan aktivitas seperti olahraga, maupun berbelanja karena terdapat banyak pedagang kaki lima dengan berbagai macam jenis jajanan dari makanan, hingga pakaian.
Editor: Arsila Fadwi











