- DWP Cianjur Rayakan HUT ke-26: Perkuat Keluarga Menuju Cianjur Istimewa dan Indonesia Emas 2045
- Bupati Cianjur Resmikan STQH 2025 Bukan Hanya Kompetisi, tapi Penguatan Karakter Qurani
- DPRD Kabupaten Cianjur Komitmen Tingkatkan Kinerja Pembahasan APBD 2026 dan Revisi Perda
- UPTD Disperkim Cianjur Tangani Situasi Darurat, Bukan Hanya Merawat Taman dan Pemakaman
- Kejari Cianjur Pimpin Pemulihan Kerugian Negara Rp5,6 Miliar dari Kasus Korupsi Sepanjang 2025
- Rakyat Cianjur Tolak Geothermal: Ancaman Nyata bagi Kelestarian Alam dan Keselematan Hidup
- Sekda Cianjur Hadiri Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi.
- Wisata Cibodas Gratis Saat Nataru, Disbudpar Cianjur Optimalkan Kinerja Agar Wisatawan Nyaman
- Dinkes Cianjur Perkuat Pelayanan dan Kampanye Hidup Sehat untuk Masyarakat
- Pemanfaatan Tanah Reforma Agraria, Keadilan dan Kesejahteraan Masyarakat
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dan Kisah Perlawanannya
Reporter: Putri Sry

Keterangan Gambar : Istimewa (Dokumentasi Pribadi: Putri Sry / Pikiran Nusantara)
pinusnews.id Bandung- Sejarah menjadi bukti adanya perjuangan dan pengorbanan bangsa dalam membela kebebasan dan hak kemerdekaan dari tawanan penjajah. Begitupun Jawa Barat, dalam kendali penjajah rakyat Jawa Barat turut serta dalam mengembalikan hak-hak bangsa, khususnya penguasaan wilayah Jawa Barat. Perjuangan dan perlawanan yang dilakukan oleh Rakyat Jawa Barat dalam membela dan mempertahankan tanah air tentunya tidak hanya sekedar ucapan terima kasih saja. Maka tepat di Jalan Dipatiukur nomor 48 Bandung, dibuatlah sebuah monumen yang bernama Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.
Monumen yang populer disebut Monju merupakan bukti sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat dalam memperjuangkan kemerdekaan pada tahun 1945-1949. Monumen yang terbentang sepanjang 7,9 hektare ini dibangun sejajar dengan Gedung Sate yang berlokasi tak jauh dari Monju tepatnya bersebrangan di Jalan Diponegoro yang dipisahkan oleh alun-alun Gasibu dan monument Covid-19.
Monumen Perjuangan secara langsung diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Raden Nana Nuriana pada 23 Agustus 1995, dan sejak tahun 2010 monju dikelola oleh Arkeologi Sejarawan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat (BPKSNT).
Baca Lainnya :
- 7 Fakta Menarik Tentang Angklung yang Jarang Orang Tahu
- Yuk Naik Bandros, dan Nikmatin Keseruannya
- Sedunia Merayakan Hari Angklung, Google Tampilkan Doodle Khusus
- H. Asep Pedagang Pasar Induk : Gelar Pangan Murah Lebih Bagus di Wilayah Kecamatan
- Baru Diresmikan Bupati, Starbucks Disidak, Lalu Disegel Aparat
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat menjadi bentuk apresiasi terhadap para pahlawan dan pejuang yang bertaruh nyawa, dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan rakyat Jawa Barat pada masa penjajahan. Harapannya Monju menjadi bentuk pewarisan nilai sejarah para pejuang untuk generasi saat ini dan yang akan datang, tentang bagaimana tumpah darah rakyat dalam membela hak-hak dan tanah air.
Pada tahun 2021, area taman Monju di revitalisasi ulang oleh pemerintah Kota Bandung, dengan harapan memberikan wajah baru dan daya tarik agar lebih dikenali oleh masyarakat.
Saat ini, biasanya setiap akhir pekan Monumen perjuangan ramai dikunjungi oleh wisatawan maupun warga lokal, dengan area yang begitu luasnya pun menjadi tempat rekreasi dan edukasi. Pada hari Minggu banyak yang melakukan aktivitas seperti olahraga, maupun berbelanja karena terdapat banyak pedagang kaki lima dengan berbagai macam jenis jajanan dari makanan, hingga pakaian.
Editor: Arsila Fadwi











