Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dan Kisah Perlawanannya
Reporter: Putri Sry

16 Nov 2022, 16:45:58 WIB Nasional
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dan Kisah Perlawanannya

Keterangan Gambar : Istimewa (Dokumentasi Pribadi: Putri Sry / Pikiran Nusantara)


pinusnews.id Bandung- Sejarah menjadi bukti adanya perjuangan dan pengorbanan bangsa dalam membela kebebasan dan hak kemerdekaan dari tawanan penjajah. Begitupun Jawa Barat, dalam kendali penjajah rakyat Jawa Barat turut serta dalam mengembalikan hak-hak bangsa, khususnya penguasaan wilayah Jawa Barat. Perjuangan dan perlawanan yang dilakukan oleh Rakyat Jawa Barat dalam membela dan mempertahankan tanah air tentunya tidak hanya sekedar ucapan terima kasih saja. Maka tepat di Jalan Dipatiukur nomor 48 Bandung, dibuatlah sebuah monumen yang bernama Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.

Monumen yang populer disebut Monju merupakan bukti sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat dalam memperjuangkan kemerdekaan pada tahun 1945-1949. Monumen yang terbentang sepanjang 7,9 hektare ini dibangun sejajar dengan Gedung Sate yang berlokasi tak jauh dari Monju tepatnya bersebrangan di Jalan Diponegoro yang dipisahkan oleh alun-alun Gasibu dan monument Covid-19.

Monumen Perjuangan secara langsung diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Raden Nana Nuriana pada 23 Agustus 1995, dan sejak tahun 2010 monju dikelola oleh Arkeologi Sejarawan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat (BPKSNT).

Baca Lainnya :

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat menjadi bentuk apresiasi terhadap para pahlawan dan pejuang yang bertaruh nyawa, dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan rakyat Jawa Barat pada masa penjajahan. Harapannya Monju menjadi bentuk pewarisan nilai sejarah para pejuang untuk generasi saat ini dan yang akan datang, tentang bagaimana tumpah darah rakyat dalam membela hak-hak dan tanah air.

Pada tahun 2021, area taman Monju di revitalisasi ulang oleh pemerintah Kota Bandung, dengan harapan memberikan wajah baru dan daya tarik agar lebih dikenali oleh masyarakat.

Saat ini, biasanya setiap akhir pekan Monumen perjuangan ramai dikunjungi oleh wisatawan maupun warga lokal, dengan area yang begitu luasnya pun menjadi tempat rekreasi dan edukasi. Pada hari Minggu banyak yang melakukan aktivitas seperti olahraga, maupun berbelanja karena terdapat banyak pedagang kaki lima dengan berbagai macam jenis jajanan dari makanan, hingga pakaian.


Editor: Arsila Fadwi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment