Melindungi Petani Cianjur: Pendataan, Teknologi, dan Asuransi sebagai Respons Cerdas atas Gagal Pane

23 Jan 2026, 06:06:57 WIB Cianjur
Melindungi Petani Cianjur: Pendataan, Teknologi, dan Asuransi sebagai Respons Cerdas atas Gagal Pane

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Metty Triantika.


Pinusnews.id - Di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, petani menghadapi pukulan berat ketika 120 hektare lahan sawah gagal panen akibat serangan hama burung pipit dan penyakit tanaman. Peristiwa ini bukan hanya kehilangan hasil panen, tapi juga ancaman bagi mata pencaharian ribuan keluarga petani yang bergantung pada sawah subur tersebut.

Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, langsung merespons dengan nada tegas, menekankan urgensi langkah konkret dari pemerintah daerah. Metty Triantika, legislator dari Partai Golkar, menyoroti pendataan sebagai prioritas utama. 

“Jadi pendataan merupakan tahap awal yang penting sebelum Pemkab Cianjur mengambil kebijakan selanjutnya,” katanya pada Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Lainnya :

Langkah ini krusial karena memberikan data akurat tentang luas kerusakan, jumlah petani terdampak, dan estimasi kerugian ekonomi, sehingga kebijakan selanjutnya bisa tepat sasaran.

Pendataan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi untuk pemulihan cepat. Dengan data yang valid, Pemkab Cianjur dapat mengalokasikan bantuan langsung tunai atau bibit pengganti secara adil. 

"Saya mendukung penuh inisiatif ini karena historically, kegagalan pendataan sering membuat bantuan terlambat atau salah alamat, memperburuk penderitaan petani kecil," imbuhnya.

Selanjutnya, Metty mendorong penanganan jangka pendek melalui teknologi pertanian ramah lingkungan. Ini mencakup penggunaan alat pengusir hama berbasis suara ultrasonik atau jaring pelindung yang tidak merusak ekosistem. Pendekatan ini positif karena menggabungkan inovasi modern dengan kearifan lokal, mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang mahal dan berbahaya.

Peningkatan kapasitas petani menjadi kunci jangka panjang, seperti yang disampaikan Metty: “Tingkatan kapasitas petani dalam menghadapi risiko perubahan iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman. Ini harus menjadi perhatian kita bersama.” Pelatihan ini bisa berupa workshop tentang varietas tanaman tahan hama atau sistem irigasi pintar, yang telah terbukti sukses di daerah lain seperti Jawa Tengah.

Komitmen DPRD Cianjur patut diapresiasi, di mana Metty menegaskan bahwa pihaknya mendorong optimalisasi asuransi pertanian, sehingga kejadian gagal panen tidak lagi sepenuhnya menjadi beban petani di masa mendatang.

"Asuransi pertanian adalah benteng terakhir yang melindungi petani dari risiko tak terduga, mirip dengan polis kesehatan bagi manusia," jelasnya.

Di sisi lain, Pemkab Cianjur juga perlu didorong untuk membentuk tim respons cepat gagal panen, terintegrasi dengan dinas pertanian provinsi. Langkah ini akan mempercepat distribusi bantuan dan monitoring lapangan.

"Dukungan saya terhadap inisiatif Pemkab ini karena mencerminkan good governance: responsif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat," tegas Metty.

Secara keseluruhan, sinergi antara DPRD dan Pemkab Cianjur dalam pendataan, teknologi, dan asuransi menunjukkan model perlindungan petani yang holistik. Ini bukan hanya reaktif terhadap satu insiden, tapi preventif untuk masa depan pertanian Cianjur yang tangguh. Petani, tulang punggung pangan bangsa, pantas mendapat jaminan seperti ini.

Maka, sangat diharapkan dengan langkah-langkah positif dari Metty Triantika dan Pemkab Cianjur, harapan para petani untuk panen berlimpah kian menjadi nyata. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment