- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Lonjakan Sampah Ramadan 20 Ton/Hari: Waktunya Cianjur Bersihkan Kebiasaan Buruk

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Bayangkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mekarsari di Cianjur yang biasanya menampung 200 ton sampah per hari dari limbah organik dan rumah tangga. Saat hari libur, angkanya melonjak hingga 400 ton. Kini, memasuki bulan Ramadan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur mencatat peningkatan mencapai 20 ton per hari. Lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan panggilan darurat bagi kita semua untuk bertindak bijak.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Limbah B3 DLH, Wandi, mengungkapkan fakta ini sebagai peringatan, karena tanpa kesadaran kolektif, penumpukan sampah bisa memburuk.
DLH Cianjur tak tinggal diam. Mereka memaksimalkan 24 armada pengangkut sampah dengan menambah ritase pengangkutan—satu rit ekstra dari lima kontainer berkapasitas empat ton masing-masing. Pengangkutan tetap mengikuti Surat Edaran Bupati Cianjur Nomor B/600.1.17.3/0040/DLH/03/2025.
Baca Lainnya :
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
Jadwal ketat diterapkan seperti penarikan sampah organik dan anorganik dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) pukul 20.00–23.00 dan 02.00–05.00, ditambah patroli mobil pukul 06.00–16.00. Penyimpanan sampah di TPS hanya boleh pukul 20.00–24.00. Upaya ini heroik, tapi keberhasilannya bergantung pada kita, warga.
Ramadan seharusnya bulan pembersihan jiwa, bukan membebani bumi. Makanan berbuka yang melimpah menghasilkan sisa organik lebih banyak, sementara kemasan tak terurai menumpuk. Bayangkan dampaknya, sungai tersumbat, TPA overload, dan kesehatan masyarakat terancam.
Contoh sederhana, jika setiap keluarga memilah sampah organik (untuk kompos) dan anorganik (untuk daur ulang), beban TPA bisa turun drastis. Ini bukan beban pemerintah saja—ini tanggung jawab kita. Membuang sembarangan bukan hanya melanggar aturan, tapi merusak rumah kita sendiri.
Warga Cianjur, mari ubah kebiasaan! Bawa sampah ke TPS terdekat tepat waktu: simpan pukul 20.00–24.00, biarkan armada angkut sisanya. Pilah sampah di rumah—organik ke satu kantong, anorganik ke yang lain. Libatkan keluarga, ajari anak-anak, dan ingatkan tetangga.
Ramadan ini, jadikan puasa kita termasuk puasa dari membuang sampah sembarangan. Bersama, kita bisa tekan lonjakan sampah dan ciptakan Cianjur lebih hijau. Ayo, mulai hari ini—lingkungan bersih dimulai dari tangan kita! (dens).











