Longsor Dahsyat Campakawarna: Hujan Deras Picu Bencana, Cianjur Harus Segera Bergerak

05 Feb 2026, 09:06:19 WIB Cianjur
Longsor Dahsyat Campakawarna: Hujan Deras Picu Bencana, Cianjur Harus Segera Bergerak

Keterangan Gambar : Tampak beberapa rumah tertutup tanah longsor di Kecamatan Campakamulya, Cianjur.


Pinusnews.id - Pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 14.30 WIB, Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Cianjur, didera musibah tanah longsor dahsyat akibat hujan deras yang mengguyur sejak pukul 12.00 WIB. Longsoran terjadi di empat titik Jalan Cisagu-Cisokan, memutus akses kendaraan roda empat, serta merembet ke pemukiman di Kampung Neglasari, Lembang, dan Rawabuluh.

Tim assessment dari RETANA, BPBD Cianjur, dan mitra langsung turun ke lapangan, mengungkap skala kerusakan yang memprihatinkan dan potensi longsor susulan yang mengancam ribuan jiwa.

Kerusakan material terparah mencakup dua rumah rusak berat yang ditempati dua kepala keluarga (KK) atau sembilan jiwa, dua rumah rusak ringan menyasar dua KK lagi dengan tujuh jiwa, satu mushola roboh berat, satu madrasah pengajian hancur, serta satu penggilingan padi porak-poranda.

Baca Lainnya :

Belum lagi 13 rumah lain yang kini terancam longsor, sementara jalan utama Cisagu-Cisokan lumpuh total oleh material longsor yang sedang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Empat KK atau 16 jiwa terpaksa mengungsi ke kerabat terdekat, hidup dalam ketakutan akan hujan berikutnya.

Koordinasi cepat dilakukan oleh BPBD Cianjur, Kecamatan Campakamulya, Polsek Campaka, Desa Campakawarna, Tagana, RETANA, dan masyarakat setempat. Mereka melakukan assessment mendalam, berkoordinasi dengan kepala desa, serta menghimbau warga untuk waspada dan mengungsi jika hujan kembali turun. Upaya ini patut diapresiasi, tapi kondisi darurat ini menuntut respons lebih masif dari pemerintah daerah Cianjur agar tidak ada korban jiwa tambahan.

Musibah ini bukan kejadian tunggal; hujan deras di wilayah pegunungan Cianjur sering memicu longsor, terutama di daerah rawan seperti Campakamulya. Saat ini, 13 rumah masih menggantung di ujung ancaman, dan akses jalan yang lumpuh mengganggu logistik bantuan serta aktivitas warga sehari-hari. Dokumentasi lapangan menunjukkan longsoran masif yang bisa memburuk kapan saja, menekankan betapa rapuhnya infrastruktur dan kesiapsiagaan di sana.

Pihak terkait di Cianjur—mulai BPBD, Bupati Cianjur, Dinas PUTR, hingga Dinas Sosial—harus segera bertindak tegas. Evakuasi warga terancam, rehabilitasi jalan darurat, dan bantuan logistik untuk pengungsi tak boleh ditunda. Alokasikan anggaran darurat untuk membersihkan longsoran dan memperkuat tanggul, sambil koordinasi dengan relawan Tagana dan RETANA untuk pemantauan 24 jam.

Lebih dari itu, pencegahan jangka panjang krusial: lakukan pemetaan ulang zona rawan longsor, relokasi warga rentan, dan program penghijauan lereng. Cianjur tak boleh membiarkan Campakawarna menjadi korban berikutnya; respons cepat hari ini bisa selamatkan nyawa esok. Masyarakat telah berjuang, kini giliran pemimpin daerah unjuk tanggung jawab.

Musibah Campakawarna adalah panggilan darurat bagi Cianjur untuk bergerak cepat. Dengan solidaritas semua pihak, bencana ini bisa diatasi, dan desa ini bangkit lebih tangguh. Waktunya bertindak sekarang, sebelum longsor susulan datang lagi. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment