- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
Kolaborasi BMPS dan Disdikpora dalam Pelestarian Tiga Pilar Budaya Cianjur

Keterangan Gambar : Para pelaku budaya terlibat dalam latihan yang intensif untuk semakin menumbuhkembangkan Tiga Pilar Budaya Cianjur yakni Ngaos, Mamaos, Maenpo.
Pinusnews.id - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Cianjur menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur dalam upaya melestarikan tiga pilar budaya Cianjur, yaitu Ngaos, Mamaos, dan Maenpo. Kerja sama ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.
Dalam kegiatan tersebut, pihak BMPS menghadirkan langsung para pelaku budaya yang selama ini menjadi penjaga tradisi ngaos, mamaos, dan maenpo. Para pelaku budaya itu terlibat dalam pelatihan intensif, sekaligus melakukan proses rekaman audio untuk mamaos di studio, serta pembuatan rekaman video untuk maenpo. Dokumentasi ini bukan hanya menjadi arsip budaya, tetapi juga bahan pembelajaran yang kelak dapat digunakan di sekolah-sekolah.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, H. Ruhli Solehudin, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan bahwa pihaknya memiliki harapan yang sejalan dengan BMPS. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dimulai dari dunia pendidikan. Bahkan, Disdikpora telah memiliki sejumlah siswa berbakat hasil seleksi tingkat kabupaten yang siap dilibatkan sebagai sumber peran dalam kegiatan ini.
Baca Lainnya :
- Nah Ini Dia, Cianjur Terima Bantuan Keuangan dari Provinsi
- Covid-19 Makin Merajalela, KBM di Cianjur Terancam Ditunda
- Plt. Bupati Cianjur Berikan Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
- Penyaluran APBD Mentok, Puluhan Tahun Jalan di Kampung Halimun Rusak Parah
- Banyak Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Cianjur Evaluasi data KPM
Sementara itu, Ketua BMPS Kabupaten Cianjur, H. M. Toha, menjadi penggagas utama kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi ini menjadi langkah awal dalam menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda. “Melalui pendidikan, tiga pilar budaya Cianjur bukan hanya dikenal, tetapi juga dihayati dan dipraktikkan oleh siswa,” ujarnya.
Gayung bersambut, pihak Disdikpora siap mendukung penuh dengan menghadirkan siswa bertalenta dalam bidang seni dan budaya. Ke depan, BMPS bersama Disdikpora juga berencana menyiapkan buku pelajaran khusus tentang tiga pilar budaya Cianjur dengan menggandeng para penulis berpengalaman. Buku ini diharapkan menjadi media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan mampu menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.
Kerja sama antara BMPS dan Disdikpora ini bukan sekadar program seremonial, melainkan langkah konkret dalam menghidupkan kembali ruh budaya Cianjur melalui jalur pendidikan agar ngaos, mamaos, dan maenpo terus bergaung di hati generasi penerus. (Torik Imanurdin).











