- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
KKN 2026, IAI Al-Azhary Siapkan Mahasiswa Pembawa Solusi

Keterangan Gambar : Penerimaan dan Pelepasan KKN IAI Al-Azhary Cianjur di Pendopo Pemda Cianjur
PinusNewa.id - CIANJUR, 15 Juli 2026 – Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhary KH Abdullah Bin Nuh Cianjur secara resmi melepas 147 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dalam acara penerimaan dan pelepasan yang digelar di Pancaniti Pendopo Kabupaten Cianjur, Rabu (15/7/2026).
Mengusung tema "Dari Kampus Berakhlak Menebar Manfaat, Transformasi Masyarakat Cianjur Era Baru", para peserta KKN berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI). Selama masa pengabdian, mereka akan ditempatkan di 12 desa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Cugenang, Mande, Bojongpicung, dan Haurwangi.
Dalam sambutannya, Rektor IAI Al-Azhary KH Abdullah Bin Nuh Cianjur, Dr. Dadang Zenal Mutaqin, menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya jumlah peserta, melainkan dari manfaat nyata yang ditinggalkan di tengah masyarakat.
Baca Lainnya :
- 60 Pasien ODGJ Yayasan Rumah Pulih Jiwa Telah Sembuh, Tapi Pemda Cianjur Tutup Mata
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
"Mungkin jumlah kami tidak sebesar perguruan tinggi lain, tetapi kami yakin setiap mahasiswa IAI Al-Azhary akan meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna. Seorang mahasiswa yang berakhlak dan mampu memberi manfaat nilainya jauh lebih besar daripada sekadar angka. Alhamdulillah, setiap pelaksanaan KKN, sambutan masyarakat selalu luar biasa. Itu menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya," ujarnya.
Rektor juga mengingatkan bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran yang sesungguhnya. Di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya mengamalkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami kehidupan, mendengarkan kebutuhan masyarakat, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi nyata tanpa meninggalkan identitas sebagai mahasiswa yang menjunjung tinggi akhlakul karimah.
"Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah. Karena itu, tunjukkan bahwa mahasiswa IAI Al-Azhary hadir dengan sopan santun, kejujuran, kepedulian, dan semangat melayani masyarakat. Jadilah pribadi yang dikenang bukan karena datang, tetapi karena manfaat yang ditinggalkan," pesannya.
Sementara itu, Bupati Cianjur yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) menyampaikan apresiasi atas kontribusi IAI Al-Azhary dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui program KKN.
Ia berharap mahasiswa mampu menyusun dan melaksanakan program yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta menjadikan setiap aktivitas pengabdian sebagai bagian dari ibadah.
"Jadilah mahasiswa yang membawa solusi, bukan menambah persoalan. Tinggalkan warisan berupa program, ilmu, maupun teladan yang dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setelah KKN berakhir," pesannya.
Melalui program KKN Tahun 2026 ini, IAI Al-Azhary berharap para mahasiswa mampu menjadi duta kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat sejalan dengan semangat mewujudkan Cianjur Era Baru. (IF)











