- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Kick Off Operasional Haji 1445 H, Gus Men Sampaikan Apresiasi Presiden pada Haji Ramah Lansia
Editor: Arsila Fadwi

Keterangan Gambar : Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.
Pinusnews.id - Presiden Joko Widodo mengapresiasi konsep Haji Ramah Lansia yang diinisiasi Kementerian Agama (Kemenag) dalam penyelenggaraan haji tahun 1444 H/2023 M lalu. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menilai hal ini sebagai sebuah tantangan untuk memberikan pelayanan haji yang lebih baik di tahun mendatang.
“Presiden sangat mengapresiasi konsep layanan jemaah lansia ini dan menjadi salah satu legacy terbaiknya yang telah dilakukan oleh Pemerintah RI melalui Kementerian Agama,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat Kick Off Meeting Penyelenggaraan Haji Tahun 1445 H/2024 M di Kantor Kemenag RI Jakarta, Senin (4/12/2023).
“Saya minta konsep haji ramah lansia dikembangkan agar lebih optimal lagi pada penyelenggaraan haji mendatang," imbuhnya.
Baca Lainnya :
- Rapat Kerja Daerah Tahun 2023 MUI Kabupaten Cianjur
- Jumlah Usaha Pertanian di Jabar Tahun 2023 Capai 3,29 Juta
- Kementerian Sosial sejak 2021 Tak Lagi Berikan Progam Sembako dalam Bentuk Barang
- Menkes Kukuhkan Tenaga Cadangan Kesehatan Tipe 2, Targetkan dapat Sertifikasi WHO
- Tanam Pohon Bersama Masyarakat, Presiden: Ini Tindakan Nyata
Menag meminta hasil evaluasi atas implementasi tagline Haji Ramah Lansia pada 2023 bisa ditindaklanjuti. Sejumlah upaya peningkatan kualitas layanan perlu dirumuskan dan diimplementasikan.
“Jadi meski sudah diapresiasi, kita tetap harus tingkatkan layanan haji mendatang dan harus lebih baik. Perlu dicermati juga apa kebutuhan spesifik para lansia. Tolong diinventarisir dengan detil dan bagaimana langkah eksekusinya,” tegas Gus Men, sapaan akrabnya.
Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan kuota haji tahun 1445 H/2024 M untuk jemaah haji Indonesia sebesar 221.000 jemaah, terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler, dan 17.680 jemaah haji khusus dan disepakati tidak adanya pembatasan usia. Selain itu, Indonesia juga mendapat kuota tambahan sebesar 20.000 jemaah.
“Bapak Presiden memberikan perhatian khusus pada jemaah haji Indonesia terkait dengan masa tunggu jemaah yang lama, sehingga mengupayakan adanya tambahan kuota jemaah haji Indonesia. Tambahan kuota haji langsung diberikan 20 ribu kepada Indonesia oleh Putera Mahkota Muhammad Bin Salman pada 19 Oktober 2023,” ujar Gus Men.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Menag juga mengingatkan pentingnya proses rekrutmen petugas haji. Menag minta hal itu dilakukan secara terbuka dan profesional.
“Pastikan dalam proses rekrutmen dilaksanakan dengan transparan. Sampaikan persyaratan rekrutmen secara terbuka. Jangan main-main dalam rekrutmen,” tegas Menag Yaqut.
“Mereka yang bisa menjadi petugas adalah yang kompeten, pantas, dan memenuhi syarat. Karenanya saya meminta tes atau seleksi petugas haji yang dilakukan harus dapat mengukur itu. Silakan untuk mulai mengumumkan persyaratan seleksinya besok. Akhirnya, dengan mengharap ridha Allah, hari ini kita bersama-sama melakukan kick off penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M,” tutup Menag.
Hadir pada pertemuan tersebut, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Pejabat Eselon I dan II Kemenag, para Kepala Kanwil Kemenag dan Kepala Bidang PHU se Indonesia serta Perwakilan dari Pusat Kesehatan Haji Kemenkes. (TIM).











