- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Kerja Sama Provinsi Kembar Jabar - Shizuoka Jepang Garap Mitigasi Bencana

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman bersama jajaran Pemdaprov Jabar berkunjung ke Pusat Pencegahan Gempa Bumi Shizuoka, Jepang, Selasa (15/10/2024).
Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis untuk mempelajari dan mengadopsi strategi mitigasi bencana yang diterapkan di Prefektur Shizuoka, yang dikenal sebagai salah satu daerah paling rawan bencana gempa bumi di Jepang, tapi juga yang paling siap menghadapi bencana gempa bumi dimaksud.
Herman Suryatman menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas edukasi yang disiapkan oleh Pemerintah Prefektur Shizuoka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bencana.
Baca Lainnya :
- Kini Pemda Cianjur Punya Platform MBIZMARKET untuk Pengembangan E-MARKETPLACE
- Melihat Pesantren Al-Kautsar Cianjur Cetak Generasi Unggul, Ini Program Kurikulum Jitunya
- Tim Pol PP Cianjur Obrak-Abrik Pengedar Miras
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
- Jenazah PMI Tertahan Di Saudi Arabia, LSM FPMI Kirim Surat Ke Presiden Jokowi
“Di Pusat Pencegahan Gempa Bumi Shizuoka ini, kami mendapat gambaran yang komprehensif tentang bagaimana Prefektur Shizuoka menjawab tantangan bencana gempa bumi, mulai dari pemahaman tentang penyebab dan mekanisme bencana hingga langkah-langkah antisipatif yang harus dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah. Edukasi dan simulasi yang diberikan disini merupakan salah satu kunci kesuksesan Shizuoka dalam memitigasi dan meminimalkan dampak bencana,” ujar Herman.
Kunjungan ke Pusat Pencegahan Gempa Bumi tersebut juga menjadi ajang penting untuk mempelajari tiga prinsip utama mitigasi bencana yang diterapkan di Prefektur Shizuoka, yang pertama, yakni mengenali gempa bumi. Masyarakat diajarkan untuk memahami apa itu gempa bumi dan bagaimana dampaknya.
Kedua, terkait persiapan. Masyarakat dilatih untuk mempersiapkan diri, baik secara individu maupun dalam komunitas guna mengurangi risiko.
Ketiga, tindakan saat bencana. Ketika bencana terjadi, langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk mengurangi dampak dan korban.
Setelah mengunjungi Pusat Pencegahan Gempa Bumi, rombongan melanjutkan kunjungan resmi ke Kantor Prefektur Shizuoka untuk bertemu dengan perwakilan pemerintah setempat guna memperkuat komitmen kerja sama dalam bidang mitigasi bencana.
Di Kantor Prefektur Shizuoka, Herman dan tim dari Jawa Barat diterima oleh Tamura Chiyo, Asisten Direktur Divisi Strategis Manajemen Krisis dan Suzuki Yumi, Asisten Direktur Prefektur Shizuoka.
Diskusi ini berfokus pada penguatan kolaborasi dalam mitigasi bencana antara kedua wilayah.
“Kita dapat belajar banyak dari Prefektur Shizuoka, terutama tentang bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai komponen daerah menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana. Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Herman.
Pada kesempatan tersebut, Suzuki Yumi memberikan penjelasan singkat terkait mitigasi gempa di Shizuoka.
“Prefektur Shizuoka memiliki teknologi informasi yang mumpuni terkait mitigasi bencana dan kami berharap dapat membagikan pengetahuan ini kepada masyarakat Jawa Barat, sehingga mereka bisa lebih tanggap dan waspada terhadap bencana,” ujarnya.
Plh. Kepala Pelaksana BPBD Jabar Anne Hermadianne Adnan yang juga hadir dalam pertemuan ini menyampaikan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari Shizuoka sangat relevan untuk diterapkan di Jawa Barat.
“Potensi bencana di Jawa Barat mirip dengan Shizuoka dan kami bisa mengadopsi banyak dari strategi kesiapsiagaan, yang mereka terapkan di sini. Kami akan mendorong kesadaran masyarakat untuk selalu siap dan waspada terhadap ancaman bencana,” ujar Anne.
Sebagai tindak lanjut dari diskusi ini, Herman Suryatman menegaskan bahwa kerja sama antara Jawa Barat dan Prefektur Shizuoka akan difokuskan juga pada mitigasi bencana, terutama melalui edukasi masyarakat dan pengembangan teknologi informasi terkait kebencanaan.
“Kami berkomitmen untuk membawa pengalaman dari Shizuoka ke Jawa Barat guna meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Ini adalah langkah strategis yang akan membawa manfaat besar bagi kedua wilayah,” pungkas Herman.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya hubungan strategis antara Pemda Provinsi Jabar dan Prefektur Shizuoka yang selama ini terjalin melalui program sister province.
Kolaborasi yang melibatkan aspek pendidikan, teknologi, dan mitigasi bencana ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama yang telah terjalin selama tujuh tahun. (tim-dens).











