- Dari Rumah Tidak Layak Huni Menuju Harapan Baru: BAZNAS Cianjur Hadir untuk Fikri
- Jumat Bersih, Wujud Nyata DTPHP Cianjur Jaga Lingkungan
- Delapan Calon Wakil Kepala SNT Cianjur Masuki Babak Wawancara
- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
Kementerian Agama Segera Luncurkan Pegon Virtual Keyboard
Editor: Arsila Fadwi

Keterangan Gambar : Plt. Direktur PD Pontren, Waryono.
Pinusnews.id - Penyusunan Papan Ketik Virtual Aksara Pegon (Pegon Virtual Keyboard) sudah final. Inovasi ini akan diluncurkan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada 6 Januari 2024, dalam rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama.
Plt Direktur PD Pontren, Waryono menuturkan saat ini segala persiapan teknis terkait Pegon Virtual Keyboard telah selesai dilakukan. “Alhamdulillah, per hari ini papan ketik virtual aksara pegon atau Pegon Virtual Keyboard sudah siap dipasang,” kata Waryono di Jakarta, Sabtu (23/12/2023).
Pegon Virtual Keyboard itu mulai bisa digunakan publik setelah resmi diluncurkan. Pria kelahiran Cirebon itu menyatakan bahwa pengadaan Pegon Virtual Keyboard adalah amanat Kongres Aksara Pegon I yang diselenggarakan pada 2022.
Baca Lainnya :
- COVID-19 JN.1 Masih Level Aman, Masyarakat Diimbau Prokes
- Penyebab Tidak Sahnya Seseorang Mendapatkan Warisan: Perspektif Islam dan Hukum Indonesia
- Asas-Asas Hukum Kewarisan dalam Islam
- Rukun, Syarat, Sebab dan Penghalang dalam Hukum Waris
- Bupati Cianjur Instruksikan Penambahan Jam Pelajaran Agama Islam di Sekolah
“Salah satu hasil kesepakatan Kongres Aksara Pegon tahun 2022 mengamanatkan kepada Kementerian Agama untuk mengawal keberlangsungan penggunaan aksara Pegon di madrasah dan pesantren,” lanjutnya.
Dengan adanya Pegon Virtual Keyboard ini, Waryono berharap masyarakat luas dapat mengakses warisan kekayaan Nusantara melalui perangkat digital, baik smartphone, laptop, dan lainnya. Hal ini, lanjut dia, merupakan bagian dari cara merawat eksistensi aksara pegon.
“Ke depan publik luas bisa menggunakan pegon sebagai alternatif aksara yang bisa dipilih di dalam mengetik di perangkat digital, baik untuk kepentingan komunikasi sehari-hari atau untuk menuangkan gagasannya,” pungkasnya. (Dens-Tim).











