- Demo di Cianjur Memanas, KH Deni Saepul Rohman: LGBT Bukan Perbedaan Tapi Penyimpangan
- Polres Cianjur Kirim Truk Tangki 5.000 Liter untuk Warga Krisis Air di Kampung Cibolang
- BGN Tetapkan Batas 10 Agustus untuk SLHS Dapur MBG: Sanksi Tutup Permanen jika Tak Memenuhi
- Audensi dengan Bupati Wahyu, Disdukcapil Cianjur Perkuat Data Pembangunan lewat Sinergi dengan BPS
- BAZNAS RI Raih Top Brand Award 2026 dan Peran BAZNAS Cianjur dalam Membangun Kepercayaan Publik
- KDM Targetkan Seluruh Tanah Milik Pemerintah Bersertifikat Paling Lambat Tiga Tahun ke Depan
- Dinas Pangan Cianjur Salurkan 24,7 Ton Beras CPPD, Perkuat Ketahanan Pangan di 10 Desa Rawan
- Kembali dari Rantau yang Gagal: BAZNAS Cianjur Pulihkan Nasib Dua Warga Sukajadi
- Cianjur Kirim 337 Pekerja Migran ke Jepang dan Taiwan, Dorong Penempatan ke Sektor Formal
- LKBH Abdullah Bin Nuh Resmi Berdiri, IAI Al-Azhary Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat
Kasus Penyakit Menular HIV dan AIDS Mengalami Peningkatan di Cianjur

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Cianjur mengalami peningkatan. Hingga kini tercatat mencapai 30.849 orang yang terjangkit penyakit menular tersebut, belum lama berselang.
Peningkatan terlihat dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan Cianjur, di mana peningkatan terjadi pada tahun 2024 jumlah kasus sebanyak 281, sementara di tahun sebelumnya maupun tahun 2023 berjumlah 271, ada peningkatan sekitar 10 kasus. Peningkatan ini mayoritas berasal dari kelompok lelaki suka lelaki (LSL).
Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, dr. Yusman Faisal mengatakan, pada tahun 2024, jumlah kasus baru pada laki-laki mencapai 103 orang, sedangkan perempuan 178 orang, termasuk pekerja seks.
Baca Lainnya :
- Ada Perusahaan Beroperasi, Tapi Tak Terdaftar di DLH
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
- Pemotor Meninggal Tertimbun Longsor, Jalan Sukanagara-Pagelaran Tertutup
"Untuk pengidap HIV dan AIDS lebih banyak ditemukan pada kelompok lelaki suka lelaki," ujar Yusman Faisal.
Adapun data temuan kasus baru pada tahun 2024 mencapai 281 orang, sementara pada tahun 2023 terdapat 271 kasus. Secara keseluruhan, jumlah pengidap HIV dan AIDS di Kabupaten Cianjur mencapai 30.849 orang.
Upaya menekan penyakit menular Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AID) itu, lanjut Yusman, Dinas Kesehatan Cianjur bekerja sama dengan LSM yang didanai oleh Global Health untuk memantau temuan baru secara aktif.
"Pendekatan langsung oleh pemerintah sulit dilakukan, karena kelompok-kelompok ini cenderung menutup diri jika ada keterlibatan pemerintah," kata Yusman Faisal.
Data temuan berasal dari LSM yang menggunakan metode pendekatan khusus untuk masuk ke dalam kelompok LSL.
"LSM tersebut memiliki cara pendekatan tersendiri yang efektif, untuk mendekati kelompok ini," tambahnya.
Yusman Faisal juga menegaskan bahwa HIV dan AIDS bukan sekadar temuan kasus, melainkan indikator dari perilaku berisiko, seperti hubungan seks bebas dan penggunaan jarum suntik bersama.
"Penularan utamanya berasal dari hubungan seks bebas, berganti-ganti pasangan, penggunaan jarum suntik, dan kelompok LSL. Setiap tahun, selalu ada penambahan kasus baru," ungkap Yusman Faisal (dens).











