- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
Jembatan Cinangkerok Membahayakan, Tapi Belum Juga Diperbaiki Pemda Cianjur

Keterangan Gambar : Tampak jembatan gantung Cinangkerok yang rusak, hingga dapat membahayakan warga yang melintasinya.
Pinusnews.id - Kondisi jembatan gantung di Kampung Cinangkerok, Desa Batulawang, Kecamatan Cibinong, Cianjur, sangat memprihatinkan.
Jembatan sepanjang 80 meter yang menghubungkan desa tersebut dengan Desa Panyindangan ini rusak parah, sehingga membahayakan keselamatan warga yang melintasinya, terutama pelajar.
Disebutkan, jembatan yang membentang di atas Sungai Cikadu ini dibangun pada tahun 2000 dan terakhir kali diperbaiki pada tahun 2010. Sejak saat itu, tidak ada perbaikan lebih lanjut dari pemerintah.
Baca Lainnya :
- Ada Apa? LSM Gagak Unras Kemenag Cianjur
- Aktivis Migran Jabar Sambangi Rumah Pekerja Migran yang Dibuang Majikan dan Mengalami Lumpuh
- Ada Perusahaan Beroperasi, Tapi Tak Terdaftar di DLH
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
Seorang warga setempat bernama Dasep mengungkapkan, kondisi jembatan sangat mengkhawatirkan. Kawat seling sudah berkarat, kayu-kayu penyangga banyak yang lapuk dan berlubang.
"Anak sekolah sering terperosok saat melintas, bahkan kendaraan yang membawa hasil bumi pun kerap tersangkut di tengah jembatan," katanya.
Dijelaskannya pula bahwa jembatan gantung ini merupakan akses utama bagi warga Kampung Cinangkerok untuk menuju Desa Panyindangan dan Desa Sirnagalih di kecamatan lainnya.
"Setiap hari, sekitar 40 jiwa melintasi jembatan ini, baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor," ujarnya.
Memang, meskipun belum ada kecelakaan fatal yang terjadi, warga sangat khawatir akan keselamatan mereka.
Selain itu, warga berharap supaya pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi saat musim hujan tiba, kondisi jembatan semakin licin dan rawan roboh.
Sementara, Sekretaris Desa Batulawang, Ujang Diman, menjelaskan bahwa pihak desa sebenarnya telah merencanakan perbaikan jembatan menggunakan dana desa pada tahun 2025. Namun, karena ada bencana longsor pada Desember 2024 yang merusak jalan utama desa, anggaran tersebut dialihkan untuk perbaikan jalan terlebih dahulu.
"Rencananya, perbaikan jembatan baru akan dilakukan pada tahun 2026. Pemerintah desa berharap ada bantuan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, atau pemerintah pusat, serta dana CSR dari perusahaan-perusahaan untuk mempercepat perbaikan," harapnya. (tim).











