- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
Jembatan Cinangkerok Membahayakan, Tapi Belum Juga Diperbaiki Pemda Cianjur

Keterangan Gambar : Tampak jembatan gantung Cinangkerok yang rusak, hingga dapat membahayakan warga yang melintasinya.
Pinusnews.id - Kondisi jembatan gantung di Kampung Cinangkerok, Desa Batulawang, Kecamatan Cibinong, Cianjur, sangat memprihatinkan.
Jembatan sepanjang 80 meter yang menghubungkan desa tersebut dengan Desa Panyindangan ini rusak parah, sehingga membahayakan keselamatan warga yang melintasinya, terutama pelajar.
Disebutkan, jembatan yang membentang di atas Sungai Cikadu ini dibangun pada tahun 2000 dan terakhir kali diperbaiki pada tahun 2010. Sejak saat itu, tidak ada perbaikan lebih lanjut dari pemerintah.
Baca Lainnya :
- Ada Apa? LSM Gagak Unras Kemenag Cianjur
- Aktivis Migran Jabar Sambangi Rumah Pekerja Migran yang Dibuang Majikan dan Mengalami Lumpuh
- Ada Perusahaan Beroperasi, Tapi Tak Terdaftar di DLH
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
Seorang warga setempat bernama Dasep mengungkapkan, kondisi jembatan sangat mengkhawatirkan. Kawat seling sudah berkarat, kayu-kayu penyangga banyak yang lapuk dan berlubang.
"Anak sekolah sering terperosok saat melintas, bahkan kendaraan yang membawa hasil bumi pun kerap tersangkut di tengah jembatan," katanya.
Dijelaskannya pula bahwa jembatan gantung ini merupakan akses utama bagi warga Kampung Cinangkerok untuk menuju Desa Panyindangan dan Desa Sirnagalih di kecamatan lainnya.
"Setiap hari, sekitar 40 jiwa melintasi jembatan ini, baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor," ujarnya.
Memang, meskipun belum ada kecelakaan fatal yang terjadi, warga sangat khawatir akan keselamatan mereka.
Selain itu, warga berharap supaya pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi saat musim hujan tiba, kondisi jembatan semakin licin dan rawan roboh.
Sementara, Sekretaris Desa Batulawang, Ujang Diman, menjelaskan bahwa pihak desa sebenarnya telah merencanakan perbaikan jembatan menggunakan dana desa pada tahun 2025. Namun, karena ada bencana longsor pada Desember 2024 yang merusak jalan utama desa, anggaran tersebut dialihkan untuk perbaikan jalan terlebih dahulu.
"Rencananya, perbaikan jembatan baru akan dilakukan pada tahun 2026. Pemerintah desa berharap ada bantuan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, atau pemerintah pusat, serta dana CSR dari perusahaan-perusahaan untuk mempercepat perbaikan," harapnya. (tim).











