- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
- Dari Apel Pagi ke Aksi Nyata: Disperkim Cianjur Tunjukkan Wajah Kemanusiaan
- DPMPTSP Cianjur Hadirkan Layanan Pendidikan, Percepat Izin Operasional Sekolah
- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
Jawa Barat terus Gali Solusi Persampahan

Keterangan Gambar : Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.
Pinusnews.id - Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menerima Tim Jabar Beberes Sampah di ruang rapat Manglayang, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (13/11/2023).
Bey mengemukakan, pihaknya membutuhkan masukan-masukan terkait penyelesaian permasalahan sampah di kawasan Bandung Raya, lebih khusus lagi soal pengelolaannya.
"Di Jabar ada talenta-talenta muda, mereka itu saya minta ada nggak pemikiran-pemikiran tentang pengelolaan sampah, khususnya di Bandung Raya," ucap Bey.
"Ada beberapa ide, termasuk dari yang kecil. Mereka bukan membuat kebijakan, tapi persepsi lain tentang pengelolaan sampah," imbuhnya.
Bey pun lebih menekankan pengelolaan sampah di hulu, misalnya di tingkat rumah tangga, restoran atau hotel, khususnya untuk sampah organik. Kesadaran masyarakat juga harus terus ditingkatkan.
Di samping itu, Bey menyebut, pihaknya konsisten terus mendorong percepatan proyek strategis terkait pengelolaan sampah modern, seperti Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung dan TPPAS Lulut Nambo di Kabupaten Bogor.
Ini seiring TPA Sarimukti yang sudah semakin penuh, dan selayaknya segera berhenti beroperasi.
"Maka sampah organik mulai dipikirkan jangan sampai kita perintahkan tak lagi (membuang sampah) ke Sarimukti, tapi seperti apa solusinya," ujar Bey.
Terkait progres TTPAS Legok Nangka, Bey mengungkapkan masih terdapat beberapa pending item. Namun pihaknya tetap bertekad November 2024 Legok Nangka dapat groundbreaking. (Tim)











