- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Jalan Rusak Agrabinta: Urat Nadi Perekonomian yang Terputus di Cianjur

Keterangan Gambar : Penampakan ruas jalan penghubung antar desa yang rusak parah di wilayah Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - Kondisi jalan penghubung antar desa di Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, kini memprihatinkan luar biasa. Kerusakan parah yang melanda hampir sepanjang ruas jalan telah melumpuhkan akses transportasi warga secara total. Jalan ini tidak lagi ramah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama ketika musim hujan datang membawa banjir lumpur dan genangan yang tak terkendali.
Jalan desa sepanjang kurang lebih 5.000 meter ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Neglasari dengan Desa Bunisari dan Desa Mulyasari. Melintasi beberapa kampung penting, seperti Kampung Citiis RT 01 RW 01, Kampung Cisaradat RT 04 RW 02, dan Kampung Cimapag RT 03 RW 02. Kerusakan juga merembet ke Kampung Pasirsireum, Sukamulya RT 12 RW 06 hingga Kampung Cikahuripan, Sukasari RT 14 RW 06. Kepala Desa Neglasari, Nasihin, menggambarkan kondisi ini dengan jelas saat berbicara pada Jumat (19/12/2025).
“Kerusakan jalan ini sudah sangat parah. Warga terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan banyak yang memilih memutar jauh demi menghindari kecelakaan,” ujar Nasihin.
Baca Lainnya :
- Awas Hati-Hati, Ada Oknum Satpol PP Cianjur Lakukan Penipuan
- Kontes Burung Bergengsi di Pendopo Tumaritis Cianjur
- Dishub Cianjur Pasang CCTV di 8 Titik, 24 Jam Pantau Lalu-Lintas
- Geger, di Sebuah Kosan seorang Pria Meninggal, yang Wanita Kritis
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
Dampaknya bukan sekadar ketidaknyamanan sehari-hari, melainkan pukulan telak bagi kehidupan warga. Saat hujan turun, jalan praktis tak bisa dilewati sama sekali, memicu insiden berulang yang mengancam keselamatan.
“Sudah sering motor jatuh, mobil pun banyak yang mogok. Kalau hujan, jalan benar-benar tidak bisa digunakan,” tambahnya.
Lebih dari itu, kerusakan ini melumpuhkan roda perekonomian masyarakat agraris. Para petani kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar, sementara kendaraan logistik enggan melintas dan memilih rute memutar yang lebih panjang. Mobilitas terganggu, akses pendidikan dan kesehatan pun terhambat, menciptakan lingkaran setan kemiskinan di pedalaman Cianjur.
“Kerusakan jalan ini bukan hanya menghambat mobilitas, tapi juga memukul ekonomi masyarakat. Hasil pertanian sulit dipasarkan,” jelas Nasihin.
Pemerintah Desa Neglasari menyadari keterbatasan anggaran desa untuk menangani masalah ini. Perbaikan sementara sudah terbukti sia-sia, dan kini diperlukan intervensi serius dari tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Kami meminta perhatian serius dari Pemkab Cianjur dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Jalan ini merupakan akses vital antar desa dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada kepastian jadwal perbaikan. Warga Agrabinta hanya bisa berharap pemerintah segera bertindak, bukan lagi menunda-nunda. Jalan rusak ini bukan hanya lubang di aspal, melainkan retakan dalam fondasi pembangunan pedesaan—sebuah pengingat bahwa infrastruktur yang terabaikan bisa memutus harapan seluruh komunitas. (tim dens).











