Inovasi Job Fair Hybrid Cianjur 2026: Mengatasi Tantangan Pencarian Kerja

18 Jan 2026, 08:17:10 WIB Cianjur
Inovasi Job Fair Hybrid Cianjur 2026: Mengatasi Tantangan Pencarian Kerja

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Denny W Lesmana.


Pinusnews.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur telah mengonfirmasi rencana penyelenggaraan Job Fair 2026 dengan format hybrid yang inovatif. Langkah ini dirancang khusus untuk mengatasi masalah klasik seperti antrian panjang, pungutan liar, serta memastikan kenyamanan bagi para pencari kerja.

Pendekatan hybrid ini menandai perubahan signifikan dari penyelenggaraan sebelumnya, mencerminkan adaptasi terhadap dinamika pasar kerja modern di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Denny W. Lesmana, menjelaskan secara rinci mengenai mekanisme baru ini. "Sistem pelaksaan hybrid tersebut, yaitu pendaftarannya secara online, lalu perusahaan menyeleksi berkas. Nanti yang memenuhi dipertemukan untuk wawancara atau lainya," katanya, Rabu 14 Januari 2026 lalu.

Baca Lainnya :

Model ini tidak hanya meminimalkan kontak fisik yang berpotensi menimbulkan risiko, tetapi juga mempercepat proses seleksi, sehingga peluang kerja lebih adil bagi semua kalangan, termasuk mereka di daerah terpencil.

Lebih lanjut, Denny menekankan komitmen untuk melindungi pencari kerja dari beban finansial awal. "Kalau yang sebelumnyakan harus ada, SKCK, surat sehat, jadi jangan sampai orang mau kerja sudah mengeluarkan biaya. Itu yang kita minimalisir, jika sudah wawancara baru persyaratan yang dibutuhkan perusahaan dipenuhi," ucapnya. 

Kebijakan ini krusial mengingat banyak calon pekerja dari kalangan menengah ke bawah yang sering terhambat biaya administrasi, sehingga esai ini menyoroti upaya pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem rekrutmen yang lebih inklusif dan bebas eksploitasi.

Data akhir tahun 2025 menjadi dasar optimisme penyelenggara, dengan 26 perusahaan yang membutuhkan sekitar 500 lapangan pekerjaan. Namun, Denny juga mengungkap fenomena baru yang menantang. 

"Tetapi, saat ini kami tengah dihadapi dengan adanya fenomena baru, dimana ada sebuah perusahaan yang membuka lowongan kerja, namun ketika dipanggil untuk wawancara, tidak semuanya datang," katanya.

Fenomena ini, yang diduga terkait perilaku generasi Z seperti yang viral di media sosial atau faktor lain, sedang dikaji secara mendalam oleh Disnakertrans untuk memastikan efektivitas program ke depan.

Disebutkan, visi jangka panjang Disnakertrans tidak berhenti pada job fair semata. "Pada tahun 2026 ini, kita juga ada pelatihan untuk meningkatkan kompetensi warga masyarakat. Supaya lebih mandiri, dengan bekal yang dimiliki jadi warga bisa berwirausaha," ungkapnya.

Inisiatif pelatihan ini melengkapi job fair hybrid dengan membekali masyarakat keterampilan wirausaha, mendorong kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Cianjur. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment