- Epa Fatihah Dinobatkan Sebagai Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Pengelolaan Hutan yang Akuntabel dan Berke
- BPBD Cianjur Percepat Distribusi Air Bersih: Respons Hadapi Kekeringan Musim Kemarau
- Bupati Cianjur: Art Space The Unreal Playroom, Kreativitas dan Ekonomi Kreatif Lokal
- Bagian Umum dan Keuangan Sekda Cianjur Gelar Rekonsiliasi Semester 2026
- Ramaikan Hari Anak Nasional, Dinas Pangan Cianjur Hadirkan Pangan Murah untuk Warga
- Kasus Pencemaran Nama Baik PWI Cianjur Terus Bergulir, Perkuat Dugaan Pihak Terlapor
- Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jadikan Keluarga Sekolah Utama pada Peringatan HAN ke-42
- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
Indonesia dan Sampah Plastik
Oleh: Octaviani Adhe Putri (Magang)

Keterangan Gambar : Ilustrasi Sampah Plastik (Sumber: pixabay)
pinusnews.id Cianjur -Plastik merupakan salah satu objek yang sering dipakai, di Indonesia sendiri kebutuhan data dari Making Oceans Plastic Free (2017) menyatakan rata-rata ada 182,7 miliar kantong plastik digunakan di Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, bobot total sampah kantong plastik di Indonesia mencapai 1.278.900 ton per tahunnya.
Sampah plastik selalu menjadi masalah utama, selain sulit terurai, proses pengolahannya menimbulkan toksit dan bersifat
karsinogenik, butuh waktu sampai ratusan tahun bila terurai secara alami. Dan
di Indonsia sendiri penghasil sampah plastik laut terbesar kedua
di dunia. Di kutip dari indonesiabaik.id Penelitian dari UC Davis dan
Universitas Hasanuddin yang dilakukan di pasar Paotere Makassar menunjukkan 23%
sampel ikan yang diambil memiliki kandungan plastik di perutnya.
Lantas apa yang harus
dilakukan?
Baca Lainnya :
- Ciuman Terakhir untuk Puteri Tercinta
- 5 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Nge-charge HP
- Makanan Gosong Tidak Menyakiti Siapapun...
- Surat Edaran Sumbangan Ditentukan Nilainya, KCD Provinsi Jabar Akan Cek ke SMAN I Cianjur
- Manajemen Waktu
Cara paling umum yang dapat dilakukan masyarakat umum adalah daur ulang.
Daur ulang sampah plastik adalah metode mengumpulkan sampah plastik kemudian
mengubahnya kembali menjadi produk plastik baru dan berguna. Ide daur ulang ini
didukung dengan fakta bahwa di tahun 2015 saja, dunia telah memproduksi 7,8
miliar ton plastik
Indonesia
saat ini banyak organisasi yang mengajak untuk lebih peduli terhdap sampah
plastic, ADUI (Asosiasi Daur Ulang Indonesia) Diawal 2021, dikutip
dari www.adup.org ADUPI dan LeMinerale
menginisiasi sebuah program yang dinamakan “Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional”,
disingkat GESN sebagai salah satu solusi dalam upaya agar botol plastik bekas
pakai tidak berakhir ke lingkungan kita, mencemari sungai dan laut.
Pada tahun pertama, program ini telah di terapkan
di sejumlah wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat. Mendapat sambutan yang
sangat baik dari Mitra GESN yang terdiri dari para pelaku daur ulang plastik
seperti pengepul, bank sampah induk dan pabrik daur ulang, maka pada tahun 2022
ini program GESN memperluas cakupan wilayahnya sampai ke Jawa Timur, Bali dan
Lombok.
Tujuan utama program GESN adalah
untuk meningkatkan jumlah serapan botol plastik di Indonesia, dengan dipilah
dan dikumpulkan menjadi bahan baku untuk didaur ulang oleh industri yang
tergabung di ADUPI. Proses dari awal penggumpulan sampai diolah menjadi produk
baru merupakan suatu sistem rantai ekonomi yang melibatkan berbagai pihak dari
hulu ke hilir, mulai dari peran aktif masyarakat sampai kepada industri daur
ulangnya.
Penulis: Octaviani Adhe Putri (Magang)











