- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Ida Ayu Siswi SMK Karanganyar Jawa Tengah Jualan Cilok di Sekolah

Keterangan Gambar : Ida Ayu saat bersekolah berjualan cilok dengan menggunakan sepeda ontel yang dipinjam dari saudaranya.
Pinusnews.id - Tersebar kisah viral tentang Ida Ayu, seorang siswi SMK asal Karanganyar, Jawa Tengah, yang sekolah sembari berjualan cilok.
Ida Ayu adalah seorang siswi SMK Bhakti Karya di Karanganyar, Jawa Tengah. Kisah Ida Ayu siswi SMK penjual cilok asal Karanganyar ini menjadi viral setelah fotonya saat berjualan, diunggah ke media sosial
Kalimat cilok cilok tebal rasa, ayo move on tertulis di gerobak yang dibawa gadis bernama lengkap Ida Ayu Riski Susilowati ini.
Baca Lainnya :
- Hitungan Sementara Suara Pilkada 2020 di Cianjur
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
Mengutip Tribun Solo, Ida Ayu harus membawa gerobak tersebut dengan menggunakan sepeda ontel yang ia pinjam dari saudaranya.
"Sepeda ini saya pinjam dari saudara saya," ujar Ida Ayu yang telah berjualan cilok sejak setahun yang lalu.
Gadis ini mengungkapkan, dirinya berjualan cilok untuk biaya sehari-harinya.
"Saya melakukannya karena ingin hidup mandiri," kata Ida Ayu.
Ida Ayu harus berjualan cilok karena ditinggal kedua orangtuanya. Diketahui ayah Ida Ayu telah meninggal dunia 2 tahun lalu, dan sang ibu harus mencari nafkah di Bekasi, Jawa Barat.
Jauh dari sang ibu, Ida Ayu harus memenuhi kebutuhan dirinya dan adik kecilnya. Ida Ayu tinggal bersama sang adik di rumahnya yang berlokasi di Kebonagung, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar.
Awalnya, Ida Ayu berjualan cilok setelah meminjam uang dari saudaranya.
"Saya meminjam uang Rp 150 ribu dari saudara untuk modal berjualan," ungkap Ida.
Ida mengaku telah melunasi utang tersebut.
Setiap harinya, Ida Ayu mampu mendapatkan untung rata-rata Rp 30 ribu. Ida juga bercerita, ia mulai membuat cilok saat ia selesai sekolah.
Ida Ayu pun merasa tidak malu berjualan cilok. Kisah Ida Ayu ini dibagi oleh akun Instagram @boyolali_info
"Salut sekali sama anak ini, luar biasa dek semangatmu. Udah jarang sekali anak sekolah yang mau prihatin dan tidak gengsi seperti ini. Aku kira cuma di TV aja yang ada seperti ini, trnyata di Karanganyar juga ada. Namanya Ida Ayu Riski Susilowati, saat ini duduk di kelas XII SMK Bhakti Karya Karanganyar.
Kalau kebetulan ketemu, tolong dibantu larisin yaa. ( Linda Setia).











