- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
Ida Ayu Siswi SMK Karanganyar Jawa Tengah Jualan Cilok di Sekolah

Keterangan Gambar : Ida Ayu saat bersekolah berjualan cilok dengan menggunakan sepeda ontel yang dipinjam dari saudaranya.
Pinusnews.id - Tersebar kisah viral tentang Ida Ayu, seorang siswi SMK asal Karanganyar, Jawa Tengah, yang sekolah sembari berjualan cilok.
Ida Ayu adalah seorang siswi SMK Bhakti Karya di Karanganyar, Jawa Tengah. Kisah Ida Ayu siswi SMK penjual cilok asal Karanganyar ini menjadi viral setelah fotonya saat berjualan, diunggah ke media sosial
Kalimat cilok cilok tebal rasa, ayo move on tertulis di gerobak yang dibawa gadis bernama lengkap Ida Ayu Riski Susilowati ini.
Baca Lainnya :
- Hitungan Sementara Suara Pilkada 2020 di Cianjur
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
Mengutip Tribun Solo, Ida Ayu harus membawa gerobak tersebut dengan menggunakan sepeda ontel yang ia pinjam dari saudaranya.
"Sepeda ini saya pinjam dari saudara saya," ujar Ida Ayu yang telah berjualan cilok sejak setahun yang lalu.
Gadis ini mengungkapkan, dirinya berjualan cilok untuk biaya sehari-harinya.
"Saya melakukannya karena ingin hidup mandiri," kata Ida Ayu.
Ida Ayu harus berjualan cilok karena ditinggal kedua orangtuanya. Diketahui ayah Ida Ayu telah meninggal dunia 2 tahun lalu, dan sang ibu harus mencari nafkah di Bekasi, Jawa Barat.
Jauh dari sang ibu, Ida Ayu harus memenuhi kebutuhan dirinya dan adik kecilnya. Ida Ayu tinggal bersama sang adik di rumahnya yang berlokasi di Kebonagung, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar.
Awalnya, Ida Ayu berjualan cilok setelah meminjam uang dari saudaranya.
"Saya meminjam uang Rp 150 ribu dari saudara untuk modal berjualan," ungkap Ida.
Ida mengaku telah melunasi utang tersebut.
Setiap harinya, Ida Ayu mampu mendapatkan untung rata-rata Rp 30 ribu. Ida juga bercerita, ia mulai membuat cilok saat ia selesai sekolah.
Ida Ayu pun merasa tidak malu berjualan cilok. Kisah Ida Ayu ini dibagi oleh akun Instagram @boyolali_info
"Salut sekali sama anak ini, luar biasa dek semangatmu. Udah jarang sekali anak sekolah yang mau prihatin dan tidak gengsi seperti ini. Aku kira cuma di TV aja yang ada seperti ini, trnyata di Karanganyar juga ada. Namanya Ida Ayu Riski Susilowati, saat ini duduk di kelas XII SMK Bhakti Karya Karanganyar.
Kalau kebetulan ketemu, tolong dibantu larisin yaa. ( Linda Setia).











